Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 24 Mei 2026

Resmi Berdiri, Yayasan Ecopark Danau Toba Fokus Pulihkan Ekonomi Petani dan Ekosistem Lingkungan

Victor R Ambarita - Minggu, 24 Mei 2026 19:37 WIB
102 view
Resmi Berdiri, Yayasan Ecopark Danau Toba Fokus Pulihkan Ekonomi Petani dan Ekosistem Lingkungan
Foto: Dok/Ecopark Danau Toba
Foto bersama: Pengurus Yayasan Ecopark Danau Toba di Jakarta foto beberapa waktu lalu.

Ia menyoroti pergeseran budaya bertani masyarakat. Penggunaan traktor tangan (jetor) membuat petani tak lagi mencangkul, namun menambah beban biaya produksi. Ironisnya, budaya menyiangi rumput secara manual kini digantikan secara masif oleh penggunaan herbisida dan pestisida.

"Pengaruh herbisida ini merusak lingkungan ekologi jangka panjang. Secara jangka pendek, mikroorganisme dan ikan-ikan endemik yang dulu hidup subur di sawah kini mati. Sayuran lokal seperti genjer hingga sayur 'shortcut' pun lenyap. Petani yang dulunya bisa mengambil sayur dari sawah, kini terpaksa harus membeli," papar pria yang juga berprofesi sebagai pengacara ini.

Lebih parah lagi, residu bahan kimia yang tidak terurai dari area persawahan, termasuk dari wilayah Tanah Karo dan Simalungun, mengalir deras ke muara-muara sungai yang bermuara langsung di Danau Toba.

"Sungai itu semestinya membawa nutrisi alami untuk anak-anak ikan di pinggiran danau. Namun yang masuk kini justru racun pestisida. Akibatnya, ikan di Danau Toba tidak bisa berkembang biak dengan baik di habitat alaminya," jelas Nelson.

Dampak ekonomi dari kerusakan ini langsung dirasakan petani. Masa tanam padi yang idealnya selesai pada bulan Desember, kini mundur hingga Februari. Banyak lahan persawahan yang akhirnya dibiarkan terbengkalai. Percobaan konversi sawah menjadi kolam ikan air tawar pun sering gagal karena matinya mikroorganisme alami yang menjadi pakan ikan.

Sadar bahwa pemerintah memiliki keterbatasan prioritas dan anggaran politik ekonomi di kawasan tersebut, Yayasan Ecopark Danau Toba mengambil inisiatif untuk turun tangan langsung.

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bupati Samosir Minta PT Aqua Farm Nusantara Kurangi Keramba di Danau Toba
Kadis Pariwisata Sukabumi Puji Keindahan Danau Toba
Luhut Ingin Tak Ada Lagi Keramba di Danau Toba
Bondjol : Sejak Ditetapkan Sebagai Geopark Kaldera, Mafia Tanah Marak di Seputaran Danau Toba
Edison Manurung Center Bekerjasama dengan PIK Gelar Perkemahan Pejuang Danau Toba
Prof Emil Salim: Danau Toba Punya Banyak History Jaga Kelestariannya
komentar
beritaTerbaru