Rabu, 19 Juni 2024 WIB

Jokowi : RI Bisa Produksi 1,6 Juta Motor Listrik, Baru 100.000 yang Tercapai

Redaksi - Sabtu, 04 Mei 2024 10:39 WIB
356 view
Jokowi : RI Bisa Produksi 1,6 Juta Motor Listrik, Baru 100.000 yang Tercapai
Foto: Septian Farhan Nurhuda/detik.com
Motor listrik kembaran Vespa 946.
Jakarta (SIB)


Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Indonesia memiliki kapasitas produksi motor listrik di Indonesia menyentuh angka 1,6 juta unit per tahun. Sayangnya, total produksi yang dilakukan baru 100 ribu unit.


"Kendaraan listrik, sepeda motor listrik, itu kita punya kapasitas 1,6 juta per tahun. Sekarang yang baru berproduksi di sini kurang lebih 100 ribu. Artinya masih ada peluang yang sangat besar sekali," katanya usai meninjau Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2024 digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (3/5).

Baca Juga:

Jokowi mengatakan, industri baterai kendaraan listrik di Indonesia mulai berproduksi bulan depan, sehingga pemerintah berharap ekosistem kendaraan listrik segera terbangun di dalam negeri.


"Kemudian yang kedua, nanti bulan depan itu yang namanya pabrik industri baterai itu sudah mulai berproduksi, sehingga kita harapkan ini ekosistem segera terbangun segera terbentuk," tuturnya.

Baca Juga:

Ia lalu merinci jumlah pabrikan motor listrik hingga bus listrik di Indonesia. Menurutnya ada 59 pabrikan produsen motor listrik, lalu mobil listrik sebanyak lima, serta satu pabrikan bus listrik dan truk listrik.


Jokowi menekankan pentingnya membangun ekosistem kendaraan listrik serta menghindari potensi hambatan. Ia menjelaskan, dalam membangun industri ini perlu dilakukan secara jangka panjang dan tidak bisa instan.


"Dan juga kita senang bahwa sekarang sudah untuk sepeda motor listrik yang berproduksi di sini sudah 59 pabrikan. Kemudian mobil listrik lima, akan enam. Bus juga sudah ada satu. Truk juga satu. Ini bangunan besar ekosistem EV ini betul-betul harus kita jaga jangan sampai ada hambatan-hambatan," jelasnya.


Yang terpenting, upaya membangun ekosistem kendaraan listrik di dalam negeri terus berjalan. Hal ini demi menunjukkan bahwa Indonesia siap berkompetisi secara global.


"Tapi ini sudah dimulai. Sehingga kalau nanti industri baterai listriknya jadi, pabrik mobil listrik, sepeda motor listrik, bus listrik semuanya jadi, segera ekosistemnya akan terbentuk. Inilah daya saing yang ingin kita tunjukkan bahwa kita memang siap berkompetisi di arena global," sebut Jokowi.
Terkait insentif mobil hybrid, Jokowi menyebut, hal ini masih dibahas dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.(**)



SHARE:
Tags
beritaTerkait
Dr Arya Tjipta Ahli Bedah Plastik Indonesia Umumkan Penelitian Efektivitas Sirih Cina untuk Penyembuhan Luka Bakar
Indonesia Kerja Sama dengan Kamboja Berantas Jaringan Judi Online
Sifat Kebinatangan Harus Disembelih
BSI Cairkan Dividen Tunai Rp855,56 Miliar 20 Juni 2024
Menko Luhut Terima Gelar Profesor Kehormatan dari Tsinghua University
Jokowi Perintahkan PON 2024 Tepat Waktu!
komentar
beritaTerbaru