Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 19 Juni 2026

Pasca Penyerangan Mapolres, Kapolres Karo Dimutasi

* Tim Mabes Polri Diturunkan Selidiki Bentrok Polisi-Satpol PP di Makassar
- Selasa, 09 Agustus 2016 09:51 WIB
831 view
Pasca Penyerangan Mapolres, Kapolres Karo Dimutasi
AKBP Pangasian Sitio
Medan (SIB)- Kapolres Tanah Karo AKBP Pangasian Sitio mendadak dimutasi menjadi Perwira Menengah (Pamen) di Mapoldasu, Senin (8/8). Rumor berkembang, pencopotan AKBP Pangasian dilakukan pasca bentrok antara warga Desa Lingga dengan anggota Polres Tanah Karo yang merenggut nyawa Abdi Purba, disertai penyerangan Mapolres Tanah Karo dan Pos Polisi yang dilakukan oleh warga.

Ketika dikonfirmasi di Mapoldasu, Kasubbid Penmas Bid Humas Poldasu AKBP MP Nainggolan membenarkan perihal mutasi jabatan Kapolres Tanah Karo. Namun, dengan tegas Nainggolan membantah terkait kerusuhan menjadi penyebab mutasi mendadak itu.

"Benar pergantian Kapolres Tanah Karo tadi pagi. Tapi tidak benar mutasi itu karena kerusuhan beberapa waktu lalu. Mutasi adalah hal yang biasa dalam tubuh Polri dan itu wajar sebagai bentuk penyegaran," ujarnya.

Dijelaskan, pergantian jabatan Kapolres Tanah Karo merupakan kebijakan pimpinan. Disebutkan, jabatan Kapolres Tanah Karo selanjutnya dipercayakan kepada AKBP Rio Nababan, yang selama ini menjabat Kasubdit I Ditres Narkoba Poldasu.

Menjawab pertanyaan SIB terkait beredar rumor acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kapolres Tanah Karo dilakukan di ruangan Kapoldasu Irjen Pol Drs Raden Budi Winarso, Nainggolan mengaku tidak mengetahui secara pasti hal itu. Namun dipastikan, Sertijab dilakukan di Mapoldasu.

"Selanjutnya, AKBP Pangasian Sitio bertugas di Poldasu. Belum tahu jabatan yang akan dijabat yang bersangkutan," tambahnya.

Sebelumnya, sebanyak 30 personel Polres Karo diperiksa Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri dan Poldasu. Disebut-sebut, pemeriksaan puluhan personil Polres Tanah Karo itu terkait kerusuhan di Desa Lingga, beberapa waktu lalu.

Kapolres Karo saat itu AKBP Pangasian Sitio mengatakan, pihaknya akan transparan dalam penyelidikan. Menurutnya, dia dan ke-30 anggotanya sudah memberikan keterangan.

Pangasian mengatakan, pada kericuhan itu warga sudah menyiapkan batu, bom molotov serta benda tajam. Saat itu, tambahnya, warga juga sudah berniat membakar Polres. Karena itu, Pangasian mengaku ia langsung memerintahkan melakukan anggotanya yang berdinas saat itu, untuk melakukan pencegahan dan melindungi Polres.

DI MAKASSAR
Sementara itu dari Makassar dilaporkan, Tim khusus dari Biro Pengamanan Internal (Paminal) Divisi Propam Mabes Polri diterjunkan langsung ke Makassar untuk menginvestigasi kasus penyerangan kantor Balaikota Makassar, yang menewaskan anggota Sabhara Polda Sulawesi Selatan, Bripda Michael Abraham.

Tim yang dipimpin Kombes Pol Slamet Hariyadi, dari Biro Pengamanan Internal Div Propam Mabes Polri beserta empat anggotanya tiba di Mapolda Sulsel, jalan Perintis Kemerdekaan KM 16, Makassar, sekitar pukul 14.45 Wita, Senin (8/8) dan langsung melakukan pertemuan tertutup dengan Kabid Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulsel Kombes Muhammad Yamin Sage di ruangannya.

Setelah melakukan pertemuan tertutup sekitar 1,5 jam, Slamet dan anggota timnya langsung meninggalkan Mapolda Sulsel, tanpa memberikan keterangan apa pun pada wartawan.

"Nanti saja dulu. Biar kami bekerja baru kami jelaskan," ujar Slamet dengan tergesa-gesa menuju mobilnya.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Frans Barung sendiri menyebutkan tim ini diutus oleh Mabes Polri untuk mengumpulkan data dan fakta terkait bentrokan yang melibatkan beberapa oknum anggota Polri dan Satpol PP di dua tempat, yakni Pantai Losari dan gedung Balaikota Makassar.

Selain dari Mabes Polri, sebelumnya tim khusus dari Kementerian Dalam Negeri yang dipimpin Direktur Satpol PP dan Linmas Asadullah telah melakukan pertemuan dengan Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto, pagi kemarin. Dari pertemuan tersebut, pihak anggota Satpol PP Makassar diharuskan memperbaiki pola komunikasi ketika berhadapan dengan masyarakat.  (A16/Dtc/d)   

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru