Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 13 Maret 2026
Kasus Merintangi Penyidikan Setnov

Jaksa Tanya Kepala IGD: Saat Masuk RS, Kepala Novanto Benjol?

- Sabtu, 24 Maret 2018 12:18 WIB
5.717 view
Jaksa Tanya Kepala IGD: Saat Masuk RS, Kepala Novanto Benjol?
Jakarta (SIB)- Kepala IGD RS Medika Permata Hijau dr Michael Chia Cahaya menyebut ada permintaan bantal dan selimut ketika Setya Novanto (Setnov) dibawa ke rumah sakit itu pada 16 November 2017. Menurut jaksa KPK, permintaan itu janggal.

Awalnya, Michael menolak Novanto masuk ke rumah sakit itu melalui IGD. Penolakan Michael itu berdasar pada kecurigaannya ketika pengacara Novanto saat itu--Fredrich Yunadi--memintanya membuat diagnosa kecelakaan untuk Novanto tanpa mengecek kondisi Novanto lebih dulu.

Namun pada akhirnya, Novanto dibawa langsung ke ruang VIP di lantai 3 rumah sakit setelah dr Bimanesh Sutarjo datang ke IGD itu. Saat itu, menurut Michael, ada seorang petugas keamanan rumah sakit yang meminta bantal dan selimut ke ruang IGD.

"Security bilang mau pinjam selimut dan bantal. Setya Novanto datang jam setengah 7 kurang. Itu kata security waktu dia mau pinjam bantal dan selimut," kata dr Michael dalam sidang lanjutan perkara perintangan penyidikan KPK dengan terdakwa Bimanesh Sutarjo di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Jumat (23/3).

Michael kemudian meminta tolong pada seorang suster untuk membantu kedatangan Novanto. Michael meminta suster itu langsung mengarahkan Novanto ke ruang VIP sesuai permintaan Bimanesh.

"Apakah ada benjolan di kepalanya?" tanya jaksa.

Michael mengaku tidak melihat langsung kedatangan Novanto. Namun, dia mendengar dari suster yang membantu kedatangan Novanto itu bahwa Novanto menutupi wajahnya dengan selimut yang sebelumnya dipinjam.

"Kalau kata suster yang saya dengar pasien (Novanto) itu menutup sendiri selimutnya ke atas. Dia tidak lihat mukanya," kata Michael.

Kemudian, jaksa menanyakan tentang standard operating procedure (SOP) penanganan pasien kecelakaan di IGD. Michael menyebut penanganan dilakukan sesuai dengan kondisi pasien.

"Kalau pasien beda-beda. Tidak semua kecelakaan harus bed rest. Kadang ya kakinya patah itu pakai kursi roda, tergantung," kata Michael.

Namun menurut Michael, apabila pasien kecelakaan dibawa menggunakan brankar, biasanya tidak menggunakan bantal karena belum diketahui kondisi cederanya. Sedangkan, saat Novanto datang disebut dibawa menggunakan brankar serta memakai bantal dan selimut.

"Kalau pasien kecelakaan biasanya kita tidak pakai bantal dulu karena kita tidak tahu ada cedera pada leher apa tidak. Kalau ada cedera lalu ada leher nekuk nanti tambah cedera," kata Michael.

"Kalau pasien masuk ke IGD mukanya ditutup selimut ada tidak?" tanya jaksa.

"Tidak ada seinget saya," kata dr Michael.

Dalam perkara ini, dr Bimanesh Sutarjo didakwa merintangi penyidikan KPK atas Setya Novanto dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Bimanesh diduga bekerja sama dengan Fredrich Yunadi merekayasa sakitnya Novanto.

Mending Pecat Saya!
 Kepala IGD RS Medika Permata Hijau dr Michael Chia Cahaya lebih memilih dipecat daripada menuruti permintaan Fredrich Yunadi. Michael menyebut Fredrich saat itu memintanya menulis diagnosa kecelakaan untuk Setya Novanto.

Michael mengaku menyampaikan itu ke Plt Direktur Pelayanan Medik RS Medika Permata Hijau dr Alia. Hal itu disampaikannya usai mendapat permintaan dari Fredrich.

"Saya bilang 'dok ini ada pengacaranya (Fredrich) datang minta bilang dengan keterangannya kecelakaan mobil'. Saya bilang 'nggak mau bohong ke KPK, daripada saya dipaksa, kalau dokter mau pecat saya, tidak apa, saya mending pulang, mending saya cari tempat lain'," kata kata Michael saat bersaksi dalam sidang lanjutan terdakwa dr Bimanesh Sutarjo.

Menurut Michael, dr Alia memintanya tetap pada prosedur penanganan pasien. Michael menyebut Alia meminta agar Novanto dirawat apabila diperlukan dan tidak dirawat apabila memang tidak perlu dirawat.

"dr Aliya bilang saya nggak minta untuk berbohong. Berdirilah seperti dr IGD seperti biasanya. Kalau nggak perlu rawat inap ya nggak usah rawat inap, kalau perlu dirawat ya rawat," ujar Michael.

Pada akhirnya, Michael menolak permintaan Fredrich. Kemudian, Bimanesh--yang telah lebih dulu kongkalikong dengan Fredrich--turun tangan agar Novanto dapat dirawat di rumah sakit itu dengan diagnosa yang telah diatur. (detikcom/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru