Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 18 Juni 2026

Baku Tembak di Gedung Senat Filipina Saat Upaya Penangkapan Buronan ICC

Redaksi - Kamis, 14 Mei 2026 14:33 WIB
962 view
Baku Tembak di Gedung Senat Filipina Saat Upaya Penangkapan Buronan ICC
AP Photo/Aaron Favila
Polisi mengamankan area di luar gedung Senat Filipina di Pasay, Filipina, Rabu (13/5/2026).

Manila (harianSIB.com)

Ketegangan politik melanda Filipina setelah rentetan tembakan terdengar di dalam kompleks Senat di Pasay City, Metro Manila, Rabu (13/5/2926). Insiden itu di tengah upaya pengepungan Senator Ronald dela Rosa (Bato), mantan Kepala Kepolisian Filipina yang menjadi buron Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Hingga Kamis (14/5/2026) pagi, Dela Rosa belum berhasil ditangkap. Dia dalam kondisi sehat, dan masih berada di bawah perlindungan otoritas Senat.

Dikutip dari GMA News, Kamis (14/5/2026), sedikitnya tujuh letusan senjata terdengar di kompleks Senat Filipina pada Rabu malam waktu setempat. Gedung parlemen telah diberlakukan lockdown terkait rencana penangkapan seseorang.

Ketegangan berlangsung lebih dari dua jam. Sekitar pukul 19.30 waktu setempat, Pelaksana Tugas Senate Sergeant-at-Arms sekaligus purnawirawan Mayor Jenderal Polisi Mao Aplasca mengumumkan bahwa pihaknya akan melakukan penangkapan, namun menolak mengungkap identitas target.

Baca Juga:
"Kami akan menangkap seseorang. Mohon kosongkan area," ujar Aplasca kepada wartawan.

Menyusul peningkatan status siaga, Office of the Senate Sergeant-at-Arms (OSAA), satuan pengamanan Senat Filipina, meminta seluruh orang yang hendak keluar agar segera meninggalkan gedung Senat. Pintu gulung gedung parlemen kemudian ditutup rapat.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
TNI-KKB Baku Tembak di Papua, 2 Orang Tewas
TNI-OPM Baku Tembak di Papua, 2 Orang Tewas
Baku Tembak di Aceh, Polisi Sita 81 Butir Ekstasi
3 Terduga Teroris Tewas Baku Tembak di Yogyakarta
Terlibat Baku Tembak, Rampok Sadis Akhirnya Tersungkur Tewas
Kapolsek Kemuning AKP Robert Sihombing Baku Tembak dengan Komplotan Pencuri
komentar
beritaTerbaru