Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 11 September 2026

Gempa M6,4 Guncang Simalungun, Getaran Dirasakan di Sejumlah Wilayah Sumut

Leo Bastari Bukit - Sabtu, 15 Agustus 2026 18:49 WIB
1.635 view
Gempa M6,4 Guncang Simalungun, Getaran Dirasakan di Sejumlah Wilayah Sumut
Foto Dok/BMKG
TITIK GEMPA: Titik gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,4 mengguncang wilayah Simalungun, Sumut, Sabtu (15/8/2026) sore.

Medan(harianSIB.com)

Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 6,4 mengguncang wilayah Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu (15/8/2026) sore. Gempa terjadi pada pukul 17.54.52 WIB.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr Wijayanto ST MSc mengatakan berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki parameter terbaru dengan magnitudo M6,4 dan kedalaman 168 kilometer.

"Episenter gempa berada pada koordinat 2,91 derajat Lintang Utara (LU) dan 98,93 derajat Bujur Timur (BT), tepatnya di darat sekitar 11 kilometer tenggara Simalungun, Sumatera Utara," katanya, Sabtu (15/8/2026).

BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami berdasarkan hasil pemodelan tsunami.

Baca Juga:
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, BMKG menyebut gempa tersebut merupakan jenis gempa bumi menengah yang dipicu aktivitas subduksi lempeng.

Sementara hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme sesar geser turun (oblique normal fault).

Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah Sumatera Utara. Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), intensitas mencapai V MMI di Kota Tebingtinggi, Kota Kabanjahe dan Kota Limapuluh.

Pada skala V MMI, getaran dirasakan hampir oleh seluruh penduduk dan banyak orang terbangun.

Sementara intensitas IV MMI dirasakan di Raya, Simalungun; Panombeian Pane, Simalungun; Panei, Simalungun; Kota Pematangsiantar; serta Kota Pangururan.

Pada skala IV MMI, gempa pada siang hari dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah.

Getaran gempa juga dirasakan warga di Kota Medan. Dina, warga Medan Perjuangan, mengaku merasakan guncangan ketika sedang duduk di rumah.

"Aku lagi duduk, kok goyang gitu. Tengok air akuarium sudah goyang. Air akuariumku tadi bergejolak," ujar Dina.

Hal serupa disampaikan Nita, warga Medan Johor. Ia mengaku merasakan guncangan saat baru selesai makan. "Kok ombang-ambing, padahal saya baru selesai makan," ungkapnya.

Hingga pukul 18.16.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

BMKG memastikan pemantauan terhadap aktivitas gempa bumi akan terus dilakukan. Informasi terbaru akan disampaikan kepada stakeholder dan masyarakat apabila terdapat perkembangan.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa bumi demi keselamatan.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk memperoleh informasi resmi hanya melalui kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi, seperti media sosial @infoBMKG, situs resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta kanal Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS). (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Update Korban Gempa M 7,7 NTT: 20 Orang Tewas dan Ribuan Warga Mengungsi
Gempa M 7,0 Guncang NTT, Dua Warga Tewas dan Sejumlah Infrastruktur Rusak
BMKG: Sumut Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Sepekan
Shearline dan Bibit Siklon Picu Potensi Hujan Lebat di Sumut, BMKG Minta Warga Siaga
Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Wilayah Sumut, Belokan Angin dan Gelombang Atmosfer Picu Hujan Lebat
BMKG Pastikan Gempa M5,5 di Gayo Lues Tidak Berpotensi Tsunami
komentar
beritaTerbaru