Sabtu, 18 Januari 2025

Film Horor 'Sakaratul Maut' Rilis di Bioskop pada 1 Agustus

Robert Banjarnahor - Kamis, 01 Agustus 2024 10:03 WIB
512 view
Film Horor 'Sakaratul Maut' Rilis di Bioskop pada 1 Agustus
Foto: imdb
Poster film Sakaratul Maut
Jakarta (harianSIB.com)
Film horor berjudul 'Sakaratul Maut' yang disutradarai oleh Sidharta Tata dan diproduksi oleh Rapi Films akan tayang perdana di bioskop Indonesia mulai hari ini, 1 Agustus 2024.

Ide cerita film 'Sakaratul Maut' berasal dari hal-hal kecil dan umum terjadi dalam konteks ruang sosial masyarakat, terutama di kampung," ungkap Sidharta Tata dalam keterangan resminya, Rabu 31/7/2024), dilansir dari Antara.

Film ini, jelasnya, mengisahkan Pak Wiryo (Jose Rizal Manua) dan Bu Wiryo (Retno Yuniwati), pasangan suami istri terpandang di Desa Umbul Krida yang tampak bahagia. Namun, kecelakaan lalu lintas menyebabkan Bu Wiryo tewas dan Pak Wiryo koma.

Baca Juga:

Anak bungsu mereka, Retno (Indah Permatasari) terpaksa menunda keberangkatannya ke Surabaya untuk merawat ayahnya, didampingi oleh kakaknya, Wati (Della Dartyan), walau peluang hidup Pak Wiryo sangat kecil.

Konflik timbul ketika Wati berseteru dengan Tarjo (Aksara Dena), adik tirinya dari pernikahan kedua Pak Wiryo dengan Bu Giyem (Maryam Supraba), mengenai warisan. Gosip tetangga tentang "pegangan" Pak Wiryo yang membuatnya sulit meninggal memicu teror/" target="_blank">teror dari sosok jin dan gejala aneh pada Pak Wiryo.

Baca Juga:

Satu per satu dari mereka mulai mengalami teror/" target="_blank">teror dari sosok jin yang sangat mengerikan dan Pak Wiryo sendiri mulai menunjukkan gejala-gejala aneh dalam kondisi sekaratnya.

Diproduksi oleh Rapi Films bersama Sky Media, Legacy Pictures, dan Rhaya Flicks, film ini disutradarai oleh Sidharta Tata dengan skenario oleh Agasyah Karim, Khalid Kasogi, dan Bayu Kurnia. Selain Indah Permatasari, Della Dartyan, dan Aksara Dena, film ini juga dibintangi oleh Claresta Taufan dan Maryam Supraba.

Indah Permatasari, yang memerankan Retno, mengungkapkan kegembiraannya terlibat dalam film ini dan menyebut pengalaman bekerja dengan Sidharta Tata sebagai sangat menyenangkan, serta merasa film ini relevan dengan isu-isu keluarga seperti hubungan adik-kakak, rahasia suami-istri, dan warisan. (*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru