Sabtu, 20 Juli 2024

Ini Varian Covid KP.1 dan KP.2 yang Melanda Singapura

Wilfred Manullang - Senin, 20 Mei 2024 11:19 WIB
214 view
Ini Varian Covid KP.1 dan KP.2 yang Melanda Singapura
Foto: Getty Images
Singapura melaporkan lonjakan kasus COVID-19 akibat varian baru.
Singapura (harianSIB.com)
Pemerintah Singapura terus memantau perkembangan meningkatnya gelombang varian baru Covid-19 KP.1 dan KP.2 yang melanda negara tersebut.

Lalu apa itu Covid-19 KP.1 dan KP.2 dan seperti apa gejalanya?

Saat ini, varian Covid-19 yang dominan secara global adalah JN.1 dan subvarian atau keturunannya, termasuk KP.1 dan KP.2, yang mencakup lebih dari dua pertiga kasus di Singapura.

Baca Juga:

Dikutip dari Detikhealth, Senin (20/5/2024), varian Covid-19 KP.1 dan KP.2 dijuluki 'FLiRT' karena ditandai dengan mutasi yang diidentifikasi dengan huruf F, L, R, dan T pada kode genetiknya.

Megan L Ranney, dekan Yale School of Public Health, mengatakan, berdasarkan laporan USA Today, varian Covid'FLiRT' memiliki beberapa karakteristik yang mengkhawatirkan, seperti perubahan pada protein lonjakan.

Baca Juga:

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS(CDC) mengatakan saat ini tidak ada indikator yang menunjukkan bahwa varian 'FLiRT', termasuk KP.1 dan KP.2 akan menyebabkan penyakit yang lebih parah dibandingkan jenis virus lainnya.

Varian "FLiRT" dilaporkan memiliki gejala yang mirip dengan JN.1 yang meliputi :
1. Demam atau menggigil, batuk
2. Sakit tenggorokan
3. Hidung tersumbat atau pilek
4. Sakit kepala
5. Nyeri otot
6. Kesulitan bernapas
7. Kelelahan
8. Kehilangan rasa atau penciuman baru
9. Kabut otak
10. Gejala gastrointestinal seperti sakit perut, diare ringan, muntah.

Gejala mungkin muncul dua hingga 14 hari setelah terpapar. Tingkat rawat inap untuk pasien dengan gejala ini tidak lebih tinggi dari biasanya.

Kabar baiknya tidak ada indikasi KP.1 dan KP.2 yang menunjukkan bahwa strain tersebut lebih parah dan lebih cepat menyebar dibanding yang lain.

"Saat ini tidak ada indikasi baik global maupun lokal KP.1 dan KP.2 lebih mudah menular atau menyebabkan penyakit yang lebih para dibandingkan varian lain," kata Kementerian Kesehatan Singapura.

Selain Singapura, subvarian KP.1 dan KP.2 telah terdeteksi di banyak negara. KP.2 pertama kali terdeteksi di India pada Januari lalu. Lalu, dua strain itu juga terdeteksi di China, Thailand, India, Australia dan Inggris.

Pada awal Mei 2024, World Health Organization (WHO) mengklasifikasikan dua strain itu sebagai Variant Under Monitoring (VUM). Artinya varian yang diawasi atau dimonitor karena dapat merugikan tetapi belum didukung oleh temuan epidemiologi yang signifikan. (*)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
WHO: Bahaya COVID-19 Belum Usai, Tetap Waspada !
Dinyatakan Positif Covid-19, Joe Biden : Saya Baik-baik Saja
Joe Biden Positif Covid-19
Harga Tiket Pesawat Indonesia Meroket, Urutan Kedua Tertinggi di Dunia
Olahraga Terpaksa: Bahaya Tersembunyi di Balik Tren Kebugaran
Soal Dana Hibah Covid-19 dan Sewa Gudang Logistik, Jaksa Periksa Ketua KPUD Asahan
komentar
beritaTerbaru