Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 11 Februari 2026

Gelombang Protes Meluas di Iran: 36 Orang Tewas, Mossad Serukan Turun ke Jalan

Redaksi - Kamis, 08 Januari 2026 20:03 WIB
2.939 view
Gelombang Protes Meluas di Iran: 36 Orang Tewas, Mossad Serukan Turun ke Jalan
Foto: Dok/Int
Gelombang demonstrasi anti-pemerintah yang melanda Iran sejak akhir Desember 2025 terus meluas dan memakan korban jiwa.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyatakan, "para perusuh harus ditempatkan pada tempatnya" dan menegaskan Iran tidak akan "menyerah kepada musuh".

Kepala Kehakiman Iran, Gholamhossein Mohseni Ejei, mengatakan, pemerintah akan mendengar keluhan sah masyarakat terkait persoalan mata pencaharian, namun menegaskan aparat tidak akan bersikap lunak terhadap pihak yang dianggap melakukan kerusuhan.

Dari luar negeri, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat, 2 Januari 2026, mengeluarkan peringatan keras dengan menyatakan Washington "siap siaga dan siap bertindak" apabila pasukan Iran membunuh demonstran damai.

Di tengah eskalasi tersebut, Badan Intelijen Israel, Mossad, mengirimkan pesan berbahasa Persia kepada demonstran Iran melalui media sosial. Dilansir The Jerusalem Post, Mossad menggunakan akun Twitter berbahasa Persia untuk mendorong warga Iran turun ke jalan menentang rezim. "Pergilah bersama-sama ke jalanan. Waktunya telah tiba," tulis Mossad.

Mossad juga menyatakan dukungannya terhadap para demonstran dan mengklaim berada "bersama Anda di lapangan", sebuah pengakuan terbuka yang jarang terjadi terkait aktivitas intelijen Israel di Iran.

Protes juga dilaporkan meluas di lingkungan kampus. Menurut laporan media asing seperti AP, The New York Times, dan Al Jazeera, unjuk rasa terjadi di sekitar 10 universitas, termasuk Universitas Teheran, Universitas Teknologi Sharif, dan Universitas Teknologi Isfahan. Mahasiswa dan pelaku usaha kecil menuntut pemerintah segera menstabilkan nilai tukar dan menerapkan kebijakan ekonomi yang transparan.

Gelombang protes kali ini disebut sebagai yang terbesar sejak demonstrasi massal pada 2022 menyusul kematian Mahsa Amini, yang saat itu menewaskan lebih dari 550 orang dan menyebabkan sekitar 20.000 orang ditangkap.

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Rico Waas : Pencairan JHT BPJS Tenaga Kerja Eks PHL Tetap Dapat Dilakukan
Perayaan Natal Kedua di HKBP Sirantau Tanjungbalai Dirangkai Pemberian Bingkisan
Natal Perdana Paus Leo XIV di Vatikan, Serukan Kepedulian Bagi Sesama
Wali Kota dan Kapolres Pantau Ibadah Malam Natal di Tanjungbalai
Laut Berwarna Merah Darah di Pantai Hormuz Iran, Ini Faktanya
Paskibra 22 Kecamatan se-Deliserdang Meriahkan Hari Bela Negara
komentar
beritaTerbaru