Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 12 Maret 2026

Bulog Subdivre Pematangsiantar Jamin Ketersediaan Pasokan Beras

* Kota Pematangsiantar Ditunjuk Sebagai Pilot Project Penyaluran BPNT
- Selasa, 20 Februari 2018 21:52 WIB
392 view
Bulog Subdivre Pematangsiantar Jamin Ketersediaan Pasokan Beras
Pematangsiantar (SIB) -Bulog Subdivre  Pematangsiantar menjamin ketersediaan pasokan beras untuk beberapa bulan ke depan. Saat ini pasokan beras yang ada di dua gudang mencapai 1.600 ton. Hal tersebut diungkapkan  Kepala Subdivre  Bulog  Pematangsiantar Erlinawita Rambe  kepada SIB, Minggu (18/2) di  Pematangsiantar.

Untuk itulah diharapkannya agar masyarakat  Pematangsiantar khususnya, tidak resah dan kuatir akan ketersediaan pasokan beras. Selain itu, dalam waktu dekat ini, akan tiba beras untuk dijadikan stok dan disimpan di gudang Bulog Pematangsiantar.

Selain itu, pihaknya juga telah menggelontorkan beras dalam kegiatan Operasi Pasar Beras Cadangan Pemerintah, beberapa waktu lalu. Tujuannya  untuk menstabilkan harga beras di pasar.

Pasokan beras sebanyak 100 ton yang akan dipakai selama setahun, serta akan digunakan sebagai beras cadangan untuk bencana dan tanggap darurat. Serta pihaknya juga turut berpartisipasi dalam membantu para korban kebakaran di beberapa tempat di Pematangsiantar.

Pada kesempatan tersebut, diharapkannya agar tunggakan beras yang belum dibayarkan kepada pihaknya, segeralah dibayarkan. Agar tidak menghambat  jalannya pendistribusian beras bagi rumah tangga penerima manfaat. Dari beberapa kabupaten dan satu kota , yang termasuk wilayah kerjanya masih ada daerah yang menunggak.

Seperti untuk di Kabupaten Simalungun, tunggakan Raskin masih berkisar Rp 600 juta, sedangkan Pematangsiantar berkisar Rp 20 juta. "Sangatlah disayangkan masih adanya tunggakan Raskin oleh beberapa nagori/desa baik di Pematangsiantar maupun di Simalungun,"ujarnya.

Sementara itu Pematangsiantar katanya dihunjuk sebagai pilot project Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), yang akan dimulai pada Agustus 2018. Hal tersebut diungkapkan Kepala Subdivre Bulog Pematangsiantar Erlinawati Rambe kepada SIB akhir pekan lalu di ruang kerjanya, Jalan Asahan Kota Pematangsiantar.

Dalam Program Bantuan Pangan Non Tunai , masyarakat di Pematangsiantar tidak lagi menerima bantuan beras secara langsung. Pemerintah memberikan bantuan kepada masyarakat dalam bentuk non tunai. Sehingga  sudah beralih dengan menggunakan kartu . Dalam kartu yang akan diterima rumah tangga penerima manfaat , akan diisi dengan uang sebesar Rp 110.000.

Sehingga nantinya rumah tangga penerima manfaat dapat menukarkannya ke E-Warung, , RPK  dan agen Bank Himbara  yang telah dihunjuk senilai besarnya dana yang ada pada kartu pada masing-masing rumah tangga penerima manfaat. Masyarakat tidak dapat menukarkannya dalam bentuk uang tunai. Namun hanya bisa menukarkan kepada beberapa jenis kebutuhan, seperti beras, minyak goreng, telur, gula dan lainnya.

Untuk itulah, pihaknya akan berkoordinasi dengan  Dinas Sosial maupun Pmerintah Kota Pematangsiantar terkait dengan rencana peralihan dari bansos rastra yang akan berakhir pada bulan Juli 2018 mendatang. Sehingga pada bulan Agustus 2018 mendatang, program tersebut sudah dapat dilaksanakan.

Untuk program Bansos Rastra yang masih berjalan, masing-masing rumah tangga memperoleh beras sebanyak 10 per kg, dengan tidak dikenakan biaya.

Dipilihnya Pematangsiantar sebagai pilot project dalam penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai, karena pemerintah menilai Pematangsiantar sudah memiliki sarana yang memadai , dan cukup siap dalam menjalankan program pemerintah tersebut. (D03/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru