Rabu, 17 Juli 2024

Geram Demo Polres Labusel, Desak Transparan Dalam Penyelidikan Kematian FAH

Redaksi - Senin, 25 Maret 2024 19:13 WIB
1.187 view
Geram Demo Polres Labusel, Desak Transparan Dalam Penyelidikan Kematian FAH
(Foto: harianSIB.com/Rudi Afandi Simbolon)
Demo Polres Labusel: Massa mendatangi Polres Labusel menuntut agar proses penyelidikan terkait meninggalnya FAH (29) usai ditangkap personil Sat Narkoba Polres Labusel beberapa waktu lalu, Senin (25/3/2024).
Kotapinang (harianSIB.com)
Gerakan Rakyat Menggugat (Geram), menggelar aksi demo di depan Mapolres Labuhanbatu Selatan, Senin (25/3/2024).
Mereka mendesak agar Polres Labusel melakukan penyelidikan objektif dan transparan terhadap publik terkait kematian AFH (29) warga Kampung Banjar 1 Kelurahan Kotapinang usai ditangkap personil Sat Narkoba Polres Labusel beberapa waktu lalu.
Pengamatan wartawan, massa mendatangi Mapolres dengan membawa sejumlah poster yang bertuliskan HAM dan menolak lupa.
Massa juga meminta Polres untuk memberikan sanksi pemecatan dan pidana terhadap oknum polisi yang terlibat, mengganti pejabat yang dinilai lalai dalam mengorganisir serta tidak dapat memberikan keamanan di lingkungan masyarakat dan melakukan reformasi struktural di Polres Labusel.
Usai melakukan orasi, Wakapolres Labusel Kompol Bambang G Hutabarat, Kasat Reskrim AKP Gurbacov, dan Kasat Narkoba, AKP ER Ginting, memberikan ruang kepada massa untuk berdiskusi di ruang pertemuan Mapolres Labusel.
Dalam diskusi itu, Koordinator Aksi Hakim, mempertanyakan perkembangan terkait kasus kematian FAH. Wakapolres mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan.
“Jawabannya normatif, mereka masih melakukan penyelidikan, kita diminta bersabar dalam 30 hari kedepan, mereka juga katanya sudah membentuk tim untuk menyelidiki kasus ini,”ungkap Hakim.
Hakim berharap Polres membuat evaluasi terhadap jajarannya.
Aksi unjuk rasa tersebut buntut dari meninggal dunianya FAH, seorang pemuda warga Kampung Banjar 1, Kotapinang, Labusel yang meninggal dunia usai ditangkap empat personil Polres Labusel, pada Kamis (21/3/2024) malam. Kematian FAH mendapat reaksi dan menjadi pertanyaan keluarga dan masyarakat.
Sebelumnya, Jumat (22/3/2024) malam, ratusan warga Kampung Banjar 1 dan keluarga FAH, mendatangi Mapolres Labusel. Mereka datang setelah R seorang pria yang disebut-sebut sebagai penjebak FAH diserahkan ke Polres Labusel. Beruntung, Kapolres Labusel AKBP Maringan Simanjuntak dan Wakapolres Labusel Kompol Bambang G Hutabarat berhasil meredam amarah warga sehingga situasi kondusif.
Kapolres berjanji akan melakukan penyelidikan persoalan tersebut secara transparan tanpa ada yang ditutup-tutupi.
"Percayalah, penyelidikan ini akan dilakukan transparan tanpa ada ditutup-tutupi. Kita juga telah membentuk tim untuk menyelidiki persoalan ini,"katanya. (*)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Puluhan Guru Honorer Aksi, Tuntut Penyelesaian Kasus Seleksi PPPK Kabupaten Langkat
Polda Sumut Didemo Peserta PPPK saat Kepala BKD dan Kadis Pendidikan Langkat Diperiksa
Dua Gelombang Aksi Demo di PN Medan
Sidang Pembunuhan Mantan Anggota DPRD Langkat Disambut Aksi Demo Ratusan Warga
Azrai Tanjung Demo Tunggal Tolak Diresmikannya Lapangan Gajah Mada Jadi Lapangan Olahraga
Pasca Penertiban Lahan Nodi, Warga Mbal-mbal Petarum Demo Kantor Bupati Karo
komentar
beritaTerbaru