Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 10 Februari 2026

Taput Belum Pulih, Bibit Siklon Tropis Intai Hingga Akhir Desember

Anwar Lubis - Selasa, 09 Desember 2025 19:14 WIB
596 view
Taput Belum Pulih, Bibit Siklon Tropis Intai Hingga Akhir Desember
Foto Dok/Pemkab Taput
Peta rekapitulasi sementara kejadian bencana di Taput per 9 Desember 2025 pukul 17.00 WIB.

Taput(harianSIB.com)

Wilayah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) menghadapi ancaman ganda. Di saat upaya pemulihan pasca bencana masih berlangsung intensif, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan adanya bibit siklon tropis yang masih aktif hingga akhir Desember 2025.

Peringatan ini disampaikan Kepala Stasiun Meteorologi Silangit dalam rapat koordinasi penanggulangan bencana di Aula Martua Kantor Bupati Taput, Selasa (9/12/2025).

Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Taput Jonius TP Hutabarat dan dihadiri BMKG Silangit, Badan Geologi Kementerian ESDM, BNPB Sumatera Utara serta Polres Taput.

Baca Juga:
"Bibit siklon tropis masih terpantau aktif hingga akhir Desember dan dapat memengaruhi sejumlah wilayah di Sumatera, termasuk Taput," ungkap Kepala Stasiun Meteorologi Silangit.

BMKG melaporkan wilayah Taput berada dalam periode cuaca ekstrem hingga Januari 2026. Curah hujan diperkirakan mencapai 234 milimeter, termasuk dalam kategori sangat tinggi.

Menurut prakiraan BMKG, pada Desember 2025 terdapat potensi banjir kategori menengah di kawasan Pahae dan kategori rendah di Tarutung. Sementara memasuki Januari 2026, potensi banjir kategori menengah diprediksi melanda hampir seluruh wilayah Taput.

Intensitas hujan tinggi ini semakin meningkatkan risiko longsor susulan, terutama di wilayah perbukitan dan pegunungan yang struktur tanahnya sudah rapuh akibat bencana sebelumnya.

Ancaman tidak berhenti pada cuaca ekstrem. Badan Geologi Kementerian ESDM mengingatkan, bahwa potensi longsor susulan masih sangat tinggi di wilayah Taput.

Struktur batuan di jalur Sesar Sumatera atau Sesar Semangko banyak mengalami kehancuran akibat bencana sebelumnya. Kondisi ini menciptakan celah dan patahan kecil yang sangat rawan bergerak saat diguyur hujan deras.

Wilayah yang dinyatakan berada pada potensi gerakan tanah kategori tinggi meliputi, Kecamatan Adiankoting, Parmonangan, dan Pahae. Ketiga wilayah ini merupakan area yang mengalami dampak paling parah dari bencana yang terjadi.

"Struktur batuan yang sudah hancur di jalur Sesar Sumatera membuat wilayah ini sangat rentan terhadap longsor susulan, apalagi dengan prediksi curah hujan sangat tinggi hingga Januari 2026," jelas perwakilan Badan Geologi.

Selain itu, Data Rekapitulasi sementara kejadian bencana di Taput per 9 Desember 2025 pukul 17.00 WIB menunjukkan situasi yang masih kritis. Sebanyak 55 desa terdampak dengan total 14.033 jiwa mengalami dampak langsung.

Hingga saat ini, tercatat 36 korban meninggal dunia dengan rincian 21 orang warga Taput dan 15 orang berasal dari luar daerah. Sebanyak 2 orang masih dalam status hilang, sementara 1.138 jiwa mengungsi di 13 posko yang tersebar di berbagai lokasi.

Kerusakan infrastruktur tercatat sangat masif. Sebanyak 566 unit rumah rusak dengan rincian 280 unit ringan, 111 unit sedang, 129 unit berat, dan 46 unit rusak total. Nilai kerugian material untuk sektor perumahan saja mencapai Rp 57 miliar.

Infrastruktur publik juga lumpuh. Tercatat 58 ruas jalan sepanjang 82,9 kilometer rusak dengan nilai kerugian Rp 286 miliar, serta 18 jembatan putus. Fasilitas pendidikan mengalami kerusakan dengan 3 unit PAUD, 10 unit SD dan 3 unit SMP tidak dapat beroperasi.

Sektor pertanian turut terpukul dengan 36 unit irigasi pertanian seluas 1.367 hektare rusak. Sebanyak 28 unit sumber daya air dengan nilai kerugian Rp 157,8 miliar, serta 21 titik air bersih di 4 kecamatan mengalami kerusakan.

Situasi paling kritis terjadi di tujuh desa yang masih terisolir akibat akses jalan terputus. Desa-desa tersebut meliputi, 2 desa di Kecamatan Adiankoting, 4 desa di Kecamatan Parmonangan dan 1 desa di Sipoholon.

Alat berat terus bekerja membuka akses jalan yang tertimbun longsor. Namun upaya ini terus terhambat oleh kondisi cuaca yang tidak menentu dan medan yang sulit.

"Kami terus mengoptimalkan alat berat untuk membuka akses ke desa-desa terisolir. Namun harus ekstra hati-hati karena kondisi tanah masih sangat labil," ungkap salah satu petugas lapangan.

Merespons situasi yang masih genting, Bupati Taput Jonius memutuskan memperpanjang status tanggap darurat bencana selama 14 hari ke depan atau hingga 23 Desember 2025.

"Perpanjangan status tanggap darurat ini diperlukan karena situasi di lapangan masih membutuhkan penanganan intensif. Kita terus bekerja untuk membuka akses, memenuhi kebutuhan dasar warga, dan memastikan keselamatan masyarakat," tegas Jonius.

Dengan perpanjangan ini, Tim Siaga Tanggap Darurat tetap diaktifkan untuk melakukan beberapa langkah strategis.

Pertama, pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, termasuk logistik pangan, air bersih dan kebutuhan medis untuk pengungsi di 13 posko.

Kedua, percepatan perbaikan dan pembukaan akses jalan serta jembatan yang rusak, terutama untuk menjangkau tujuh desa yang masih terisolir.

Ketiga, stabilisasi aktivitas sosial ekonomi masyarakat terdampak bencana agar kehidupan dapat berangsur normal kembali.

Pemerintah Kabupaten Taput meminta seluruh warga, terutama yang tinggal di wilayah rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan maksimal.

Dengan kombinasi ancaman cuaca ekstrem, bibit siklon tropis, dan struktur tanah yang rapuh di jalur Sesar Sumatera, potensi bencana susulan sangat tinggi hingga akhir tahun ini.

Warga diminta tidak beraktivitas di dekat tebing, lereng, atau area yang terlihat retak. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca dari BMKG dan siap melakukan evakuasi mandiri jika diperlukan.

Pemerintah daerah juga telah menyiapkan jalur evakuasi dan tempat pengungsian tambahan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk. Sistem peringatan dini terus diperkuat di seluruh wilayah rawan bencana.

"Kami terus berkoordinasi dengan BMKG dan Badan Geologi untuk memantau perkembangan cuaca dan kondisi tanah. Keselamatan warga adalah prioritas utama," pungkas Bupati Jonius (**)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Jalan Jamin Ginting Km 26 Terancam Putus Akibat Longsor Susulan
Kapolres Taput Bersama Dandim 0210 dan Sejumlah OPD Sidak ke Pasar Tarutung
GEPKIN Tarutung Gelar KKR Kasih Melanda Tapanuli
Antisipasi Penanggulangan Bencana, BMKG Wilayah I akan Kembangkan Aplikasi Android
Diminta Mundur, Kepala BMKG Tepis Kesalahan
13 - 17 Oktober 2018, Festival Tenun Nusantara di Tapanuli Utara
komentar
beritaTerbaru