Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 10 Mei 2026

Ironi May Day: Buruh Sawit Diminta Pruning

Robert Nainggolan - Jumat, 01 Mei 2026 18:16 WIB
1.327 view
Ironi May Day: Buruh Sawit Diminta Pruning
Foto: harianSIB.com/buruh
Para pekerja saat apel pagi untuk melakukan penunasan (pruning) pelepah sawit di areal kebun Divisi I Blok A58 wilayah Kecamatan Simangambat, Padang Lawas Utara, Jumat (1/5/2026).

Gunungtua (harianSIB.com)

Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang identik dengan perjuangan hak pekerja, justru diwarnai keluhan dari para buruh perkebunan kelapa sawit di wilayah Kabupaten Padang Lawas Utara.

Para pekerja di perusahaan yang berada di bawah grup First Resources Ltd melalui unit PT Austindo Nusantara Jaya Agri (ANJA) Binanga, mengaku tetap bekerja melakukan penunasan (pruning) pelepah sawit di Divisi I Blok A58, Jumat (1/5/2026).

Kegiatan tersebut disebut dilakukan menyusul arahan internal perusahaan menjelang rencana kunjungan direksi.

Salah seorang pekerja mengungkapkan, ia bersama puluhan karyawan lainnya dikumpulkan dalam apel pagi oleh Mandor I. Dalam pengarahan tersebut, mandor menyampaikan instruksi dari Asisten Afdeling I agar pekerja melakukan penunasan.

"Disampaikan karena beberapa hari lagi direksi akan turun. Memang disebut bukan paksaan, namun kami juga tidak berani bertanya jika tidak ikut apa sanksinya. Akhirnya semua langsung bekerja," ujarnya.

Menurutnya, situasi tersebut menimbulkan tekanan psikologis bagi pekerja, terlebih karena berlangsung pada momentum Hari Buruh.

"Di hari buruh kami tetap bekerja. Sementara di daerah lain buruh menyuarakan tuntutan kesejahteraan, bagi kami ini menjadi ironi," katanya.

Dua rekaman video berdurasi 55 detik dan 49 detik yang diterima wartawan memperlihatkan puluhan pekerja tengah melakukan penunasan di areal kebun pada pukul 09.39 WIB.

Pekerja menyebut, kegiatan tersebut tidak sepenuhnya lahir dari kesadaran sukarela, melainkan karena kekhawatiran terhadap konsekuensi jika tidak mengikuti arahan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan belum memberikan penjelasan rinci terkait kegiatan tersebut. Humas FR PT ANJA Binanga, Aldi Harahap, saat dikonfirmasi justru mempertanyakan lokasi kejadian.

"Di mana, Pak? Kalau ada berita begitu, tolong dikonfirmasi kebenarannya," tulisnya.

Kondisi ini kontras dengan semangat peringatan Hari Buruh Internasional yang tahun ini dipusatkan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, serta digelar serentak di berbagai daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang juga Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menegaskan pentingnya perlindungan terhadap buruh, termasuk penghentian praktik tekanan kerja dan ancaman pemutusan hubungan kerja.

Ketua Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Padang Lawas Utara, Noitolo Zega, menilai kondisi di lapangan menunjukkan masih adanya persoalan hubungan industrial yang perlu mendapat perhatian.

"Jangan sampai Hari Buruh justru menjadi hari biasa bagi pekerja tanpa perlindungan. Hak-hak buruh harus tetap dihormati," ujarnya. (**)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru