Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 24 Mei 2026

Pupuk Subsidi Langka, Petani di Tapteng Khawatir Gagal Panen

Rosianna Anugerah Hutabarat - Minggu, 24 Mei 2026 20:24 WIB
191 view
Pupuk Subsidi Langka, Petani di Tapteng Khawatir Gagal Panen
Foto: harianSIB.com/Dok
Areal persawahan di Kecamatan Sibabangun, Tapteng.

Yahya menyebutkan, jenis pupuk yang paling langka adalah urea, NPK, dan SP-36. Jika pun ada yang tersedia dalam jumlah sangat terbatas, pembelian sering kali dibatasi kuota per orang, bahkan ada yang mensyaratkan harus memiliki Kartu Tani yang lengkap berkasnya.

"Masalahnya, tidak semua teman‑teman petani kami punya Kartu Tani atau terdaftar di e-RDKK. Akibatnya, kami yang belum terdata dipersulit, malah dibilang tidak berhak," katanya dengan nada kesal.

Diungkapkannya, pertumbuhan padi saat ini usia tanam sudah satu minggu hingga dua pekan belum mendapatkan pemupukan tahap pertama.

Kondisi ini dapat mempersulit fase awal yang krusial untuk pertumbuhan tanaman dan peningkatan jumlah anakan padi.

Sementara itu, Lobe Ansor Harahap selaku Ketua Gapoktan Desa Mombang Boru menilai situasi kelangkaan pupuk subsidi semakin memburuk sejak awal tahun 2025.

Fakta di lapangan memperlihatkan kontradiksi dengan kebijakan pemerintah yang sebenarnya telah menurunkan harga eceran tertinggi untuk pupuk bersubsidi.

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Musim Hujan, Petani Diimbau Waspadai Penyakit Busuk Daun
Bupati Sergai Ajak Mahasiswa jadi Penggerak Smart Farming
Budidaya Bawang Bergairah di Saran Padang
Harga Cabai di Silimakuta Simalungun Berangsur Naik
Koptan Juma Bolon Sebut 5 Kendala Petani di Simalungun
Bupati Sergai Dorong Modernisasi Pertanian, Target 10 Ton Padi per Hektare
komentar
beritaTerbaru