Rabu, 19 Juni 2024 WIB

Sejumlah Organisasi Soroti Kasus Human Trafficking dengan Korban Warga NTT di Sumut

Redaksi - Rabu, 31 Mei 2023 12:51 WIB
306 view
Sejumlah Organisasi Soroti Kasus Human Trafficking dengan Korban Warga NTT di Sumut
Foto: SIB /Flobamora -Oki Lenore
CEGAH HUMAN TRAFFICKING: Puluhan tokoh masyarakat asal NTT menyoroti kasus  TPPO pada pertemuan di Cafe Pesisir Coffee Medan, Selasa (30/5) dengan kesepaham  mencegah human trafficking. (Kanan) cendikiawan Kristen Dr Adolfina E
Medan (SIB)
Puluhan tokoh masyarakat asal Nusa Tenggara Timur (NTT) sekitarnya dan organisasi dari wilayah timur Tanah Air menyoroti kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) asal NTT di berbagai kabupaten/kota Se-Sumatera Utara (Sumut).

Pada pertemuan di Cafe Pesisir Coffee Medan, Selasa (30/5), mereka berharap seluruh lapisan sosial masyarakat mencegah semakin banyak human trafficking.

Cendikiawan Kristen Dr Adolfina E Koamesakh MTh MHum mengatakan, selain terjadinya dugaan TPPO di Sumut juga ada yang “diekspor” ke luar negeri seperti menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia, Singapura dan negara Asia lainya. “Warga NTT sekitarnya harus menggandeng kepolisian dan pemerintah di Sumut sebagai langkah awal. “Harus sesegeranya. Masih ada TPPO atau kasus eksploitasi tenaga kerja warga NTT,” tegasnya.

Di pertemuan yang diinisiasi dan dimoderatori Devis Karmoy, agamawan asal NTT RV Martinus Nule SVD mengatakan, kasus eksploitasi tenaga kerja asal NTT tinggi di Sumut. “Warga NTT di Sumut harus proaktif. Minimal membentuk satu wadah sebagai tempat komunikasi. Bila ada satu hal sekecil apapun, langsung dapat ditangani,” ujar biarawan tersebut.

Hal senada disampaikan AKBP Alexander S Soeki yang minta dibentuk organisasi untuk wadah komunikasi. Selanjutnya, “Bangun silaturahim dan adakan kerja sama dan proaktif menginformasikannya pada aparat. Mulai dari Dinas Tenaga Kerja hingga kepolisian,” tambah perwira menengah tersebut.

Untuk pembentukan wadah tunggal, dihunjuk Ketua Tim Formatur Devis Karmoy untuk menyusun Rumah Besar Flobamora Indonesia Provinsi Sumatera Utara.

Flobamora adalah akronim dari nama wilayah di Indonesia timur. Organisasi tersebut sudah terbentuk di sejumlah wilayah. Untuk Jakarta dipimpin Kombes Pol (Purn) Dr Alfons Loemau. “Flobamora sendiri merupakan akronim dari gugusan gugusan pulau besar di wilayah NTT yang didalamnya menghimpun nama kabupaten/kota di Provinsi NTT, antara lain Flores, Sumba, Timor dan Alor (Flobamora),” tambah Devis Karmoy.

Pertemuan di Medan dihadirii perwakilan paguyuban NTT, masing masing paguyuban Tirosa (Medan), Santa Teresia (Medan), Flobamora Tarutung (Taput), Nusa Kenari (Medan), serta Nek Mesek (Medan). (R10/a)







Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru