Sabtu, 20 Juli 2024

Lamsiang Sitompul dan Boasa Simanjuntak Bersalaman di Persidangan PN Medan

Redaksi - Jumat, 26 Januari 2024 12:06 WIB
298 view
Lamsiang Sitompul dan Boasa Simanjuntak Bersalaman di Persidangan PN Medan
Foto Rickson Pardosi
SALAMAN: Saksi korban Lamsiang Sitompul (kiri ) dan terdakwa Boasa Simanjuntak (kanan)  bersalaman dan saling memaafkan dalam persidangan di PN Medan, Kamis (25/1).
Medan (SIB)
Setelah sidang sempat ditunda akibat saksi utama tidak hadir dalam agenda pemeriksaan saksi saksi, akhirnya Pengadilan Negeri (PN) Medan kembali melanjutkan persidangan dengan saksi utama/korban Lamsiang Sitompul dengan terdakwa Boasa Simanjuntak, Kamis (25/3) sore.
Dalam persidangan yang digelar itu, terdakwa Boasa Simanjuntak dijerat dengan dakwaan, dengan sengaja menyiarkan berita berita atau pemberitahuan bohong di Tiktok milik terdakwa, yang menyebabkan saksi korban keberatan dan perasaan tidak senang .
Jaksa Penuntut Umum AP Frianto Naibaho, meminta keterangan saksi korban. Saksi korban Lamsiang Sitompul yang merupakan Ketua Umum Horas Bangso Batak (HBB) menjelaskan bahwa terdakwapada awalnya akan melakukan unjuk rasa (UNRAS) terkait maraknya begal,geng motor,narkoba dan lainnya.Sebelum aksi unras digelar di depan Mapolda Sumut,mereka melakukan rapat rapat dengan sejumlah aliansi di Hotel Madani Jalan Sisingamangaraja Medan.
Namun selama rapat rapat digelar,Boasa Simanjuntak tidak pernah hadir dan sudah ditetapkan siapa yang akan melakukan orasi dalam aksi unjuk rasa tersebut.
Dalam aksi unjuk rasa tersebut, Boasa Simanjuntak mengaku dari aliansi Pemuda Batak Bersatu. Namun menurut Lamsiang, terdakwa bukan dari Pemuda Batak Persatu, karena baju seragam merah yang dikenakannya bukan seragam Pemuda Batak Bersatu karena tidak ada simbol .
Beberapa hari kemudian,terdakwa membuat Tiktok dimilikinya yang menyatakan bahwa aksi unjuk rasa bertujuan cari uang, otakmu otak proposal, dan kata lainnya yang menyudutkan saksi korban dan HBB .Merasa tidak senang, saksi korban kemudian melaporkan terdakwa ke polisi.
Namun sebelum menjawab keterangan saksi korban,penasehat hukum Boasa Simanjuntak, Martin Lukas Simanjuntak SH menyarankan kepada saksi korban Lamsiang Sitompul untuk memaafkan terdakwa atas perbuatannya, dengan alasan sama orang Batak.Namun sebelum memaafkan terdakwa, Lamsiang meminta agar permintaanya disiarkan di Harian Sinar Indonesia Baru (SIB) di Tiktok dan mencabut laporan terdakwa di polisi/Propam yang melaporkan saksi korban. Setelah menyanggupi persyaratan itu,keduannya bersalaman dan saling memaafkan.
Sementara itu,ketika majelis hakim menanyakan kepada terdakwa keterangan saksi korban,terdakwa mengakui dan tidak membantah seluruhnya. Akhirnya majelis hakim akan melanjutkan sidang pada Selasa (30/1) dengan agenda memanggil saksi.
Saksi korban Lamsiang Sitompul,SH ketika dimintai komentarnya, meski sudah memaafkan bukan berarti sudah selesai, terdakwa harus membuat permintaan maaf di koran SIB, Tiktok dan cabut semua laporan laporan untuk dirinya.
"Masa saya sipil,harus diperiksa propam," katanya heran.
Sementara itu penasehat hukum terdakwa Boasa Simanjuntak, Martin Lukas Simanjuntak SH didampingi Joice Hutagaol SH dan timnya, mengatakan, bahwa perkara tersebut merupakan perkara personal,bukan urusan antar golongan ataupun organisasi, merujuk ke pasal 27 ayat 3 Jo 45 ayat 3 pencemaran nama baik, ini adalah delik aduan.Apabila yang mengadu cabut laporan maka perkara selesai demi hukum,"katanya. (**)


SHARE:
Tags
beritaTerkait
Boasa Divonis 1 Tahun 7 Bulan dan Denda Rp 500 Juta di PN Medan
Terbukti Bersalah, Boasa Simanjuntak Diganjar 19 Bulan Penjara, PH Banding
Tetap Dituntut 3 Tahun, PH Boasa Tolak Pernyataan Jaksa di PN Medan
Boasa Simanjuntak Tetap Dituntut 3 Tahun Penjara di PN Medan
Kasus Pencemaran Nama Baik, Boasa Dituntut JPU 3 Tahun Penjara
Ketum HBB Lamsiang Sitompul Melayat
komentar
beritaTerbaru