Kamis, 18 Juli 2024

Terpenjaranya “Sang Pejuang Covid-19”, Penghargaan Pun Sirna

Redaksi - Senin, 29 April 2024 21:47 WIB
521 view
Terpenjaranya “Sang Pejuang Covid-19”, Penghargaan Pun Sirna
Foto: Dok/Dinkes Sumut
PENGHARGAAN: Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Alwi Mujahid Hasibuan saat menerima Penghargaan Penanganan Covid-19 tersukses kedua di wilayah Sumatera yang diberikan langsung Presiden Joko Widodo, di Jakarta, Senin (20/3/2023) lalu.
Medan (SIB)
Ketika Covid-19 melanda dunia, termasuk Indonesia, Provinsi Sumatera Utara dianugerahi Penghargaan Penanganan Covid-19 tersukses kedua di wilayah Sumatera dari Presiden Joko Widodo, di Jakarta, Senin (20/3/2023) lalu Keberhasilan itu bentuk apresiasi yang tinggi atas kinerja dan perjuangan tenaga kesehatan hingga Indonesia berhasil keluar dari bencana Covid-19.


Bahkan, Jokowi telah mengeluarkan kebijakan sepanjang masa pandemi Covid-19 yang disesuaikan dengan pendekatan kedaruratan. Sepanjang laporan penggunaan anggaran didasarkan pada kegiatan riil maka tidak ada masalah.


Dalam menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian nasional dan stabilitas sistem keuangan kemudian disahkan menjadi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020. Pada Pasal 27 undang-undang tersebut disebutkan biaya yang telah dikeluarkan pemerintah atau lembaga anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam rangka pelaksanaan kebijakan pendapatan negara termasuk kebijakan di bidang perpajakan dan kebijakan belanja negara.

Baca Juga:

"Di tengah kebutuhan pemerintah untuk bertindak cepat menyelamatkan masyarakat dari pandemi, peran pemeriksaan yang dilakukan BPK juga perlu dilakukan beberapa penyesuaian," kata Jokowi.


Pada pemeriksaan BPK, tidak ada temuan terhadap anggaran Penanganan Covid-19 yang digunakan Dinas Kesehatan Sumut pada tahun 2020. Tapi tak sejalan dengan BPK, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara, Rabu (13/3/2024), justru menjerat dan menahan Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara Alwi Mujahit Hasibuan atas dugaan penyelewengan dan mark-up pengadaan penyediaan sarana, prasarana bahan dan peralatan pendukung Covid-19, berupa Alat Pelindung Diri (APD) di Dinas Kesehatan Sumut Tahun Anggaran 2020, oleh tim audit forensik ditetapkan terjadi kerugian negara sebesar Rp24.007.295.676,80.

Baca Juga:

Seketika itulah, penghargaan dari negara untuk Sumut mengatasi Covid-19 langsung sirna. Pengorbanan demi pengorbanan dari tenaga kesehatan (Nakes) pun seperti tak berbekas.


Bahkan, Saat menjabat sebagai Gubernur Sumut (2019-2024), Edy Rahmayadi begitu membanggakan kinerja Alwi yang berhasil menangani pandemi Covid-19. Alwi menduduki Kepala Dinas Kesehatan setelah keikutsertaannya dalam lelang jabatan Pemprov Sumut dan berhasil menempati posisi ranking satu mengalahkan semua kandidat peserta.


Maka, jadilah Alwi dilantik sebagai Kadis Kesehatan Sumut pada 9 Agustus 2019.Tak lama menjabat Kadis Kesehatan, Alwi harus bergelut bersama para Nakes untuk menangani ganasnya Covid-19 yang setiap hari mempertontonkan korban dikirim ke rumah sakit maupun ke pemakaman.


Mirisnya, di tengah badai Covid-19, kedudukan Alwi terus "digoyang" oleh pihak-pihak yang ingin menggusurnya dari Dinas Kesehatan.


Saat Covid-19 melandai, dan Alwi berhasil mengawaki keberhasilan Sumut keluar dari wabah pandemi Covid-19, sepertinya Edy Rahmayadi tak kuasa menahan kedudukan Alwi, hingga Alwi sempat dimutasi.


Enam bulan kemudian, Edy Rahmayadi mengembalikan posisi semula Alwi, dilantik kembali sebagai Kepala Dinas Kesehatan bersama 38 pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) dan 12 pejabat administrator (eselon III) di Lingkungan Pemprov Sumut, Kamis 5 Januari 2022.


Mulai saat itu, kedudukan Alwi semakin gencar didongkel. Namun, semua "pendongkelan" terpatahkan dibuat Edy Rahmayadi yang tak ingin Kadis-nya diganggu orang orang tak bertanggung jawab dan ingin memperburuk keadaan Sumut di bawah kepemimpinannya.


Sebulan Pemilu 2024 berlalu, kasus Alwi pun memanas, Kejati Sumut yang menangani dugaan kasus mark-up APD di Dinas Kesehatan Sumut menahan Alwi sang "Pejuang Covid-19". (**)




SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru