Senin, 15 Juli 2024

Anggota DPRD SU Desak Menteri ATR/BPN Tuntaskan Konflik Tanah Kelompok Tani-PT Socfindo di Batubara

Firdaus Peranginangin - Selasa, 18 Juni 2024 19:45 WIB
508 view
Anggota DPRD SU Desak Menteri ATR/BPN Tuntaskan Konflik Tanah Kelompok Tani-PT Socfindo di Batubara
Foto: Dok/Firdaus
Ebenejer Sitorus SE
Medan (harianSIB.com)
Anggota DPRD Sumut Dapil Asahan, Batubara, Tanjungbalai dan Kisaran Ebenejer Sitorus mendesak Menteri Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) segera menuntaskan konflik tanah antara Kelompok Tani Tanah Perjuangan dengan PT Socfindo, di Kelurahan Simpang Gambus, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batubara.

"Berdasarkan pengaduan kelompok tani ke lembaga legislatif, semenjak 483 hektar lahan pertaniannya dikuasai PT Socfindo, penderitaan yang mereka alami semakin komplit. Sebab, tidak hanya lahan pertanian diambil-alih, tapi juga tempat pemukiman penduduk pun dikuasai," ujar Ebenejer Sitorus kepada wartawan, Selasa (18/6/2024), di Medan.

Menurut kelompok tani kepada Ebenejer, mereka sudah sangat lelah mengadu ke berbagai pihak, tapi hingga saat ini belum membuahkan hasil dan mereka juga mengaku akan terus melakukan perlawanan demi memperjuangkan hak-hak mereka.

Baca Juga:

Menurut politisi Partai Hanura ini, perjuangan masyarakat kelompok tani ini sebenarnya telah mendapatkan berbagai surat pernyataan dari pemerintahan pusat maupun daerah, agar PT Socfindo segera mengembalikan tanah masyarakat Simpang Gambus.

"Bahkan dari informasi yang kita peroleh, pengukuran ulang juga telah dilakukan oleh BPN (Badan Pertanahan Nasional) Kabupaten Batubara dan menyimpulkan PT Socfindo sudah melampaui luas areal Hak Guna Usaha (HGU)-nya di atas tanah masyarakat Simpang Gambus," tegas anggota Komisi B ini.

Baca Juga:

Tapi yang mengherankan semua pihak, ujarnya, walaupun luas HGU PT Socfindo telah melampaui batas HGU-nya, perusahaan besar itu belum mengembalikan lahan kelompok tani yang diklaimnya sebagai hak miliknya kepada petani, sehingga kelompok tani sangat berharap agar Menteri ATR/BPN segera menyelesaikannya.

"Kelompok Tani sangat berharap, agar kasus tanah yang sedang mereka alami menjadi perhatian serius dari Menteri ATR/BPN, agar hak-hak petani dapat kembali menjadi milik mereka, demi masa depan kehidupannya beserta anak cucunya.

Ebenejer mengaku sangat prihatin atas persoalan yang petani hadapi, sebab setiap konflik agraria terjadi di seluruh Indonesia, khususnya di Sumut, masyarakat selalu menjadi korban sehingga rakyat perlu bersatu untuk melawan perusahaan yang memiliki jaringan kekuasaan maupun uang.

Ebenejer bahkan sangat berharap agar Menteri ATR/BPN meluangkan waktunya ke Batubara, untuk menyelesaikan perseteruan Kelompok Tani Tanah Perjuangan Desa Simpang Gambus dengan PT Socfindo, agar petani bisa dengan tenang kembali melakukan aktivitasnya.(**)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ebenejer Sitorus Desak Polairud dan DKP Tindak Tegas Kapal Pukat Gandeng Dua di Pantai Timur
Ebenejer Sitorus: Pemenang Pilkada Serentak di Sumut Bakal Didominasi Toke dan Saudagar
DPRD SU: Dinas PUPR Sumut Perlu Libatkan KPK dalam Tim Ahli Audit Proyek Multiyears Rp2,7 Triliun
DPRD SU Minta Menteri ATR/BPN Turun ke Sumut "Ganyang" Mafia Tanah yang Gunakan Preman
DPRD SU Minta Polda dan Satgas Mafia Tanah “Gebuk” Kelompok Preman Bacok Warga Sampali
40 Persen Proyek Multi-Years Rp 2,7 T Amburadul
komentar
beritaTerbaru