Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 17 Juli 2026

Tanam Cabai di Sunggal, Bupati Deliserdang Tindaklanjuti Keluhan Petani Soal Irigasi

Jekson Turnip - Rabu, 20 Mei 2026 19:09 WIB
356 view
Tanam Cabai di Sunggal, Bupati Deliserdang Tindaklanjuti Keluhan Petani Soal Irigasi
Foto Dok/Diskominfostan Deliserdang
TANAM: Bupati Deliserdang, Asri Ludin Tambunan bersama Camat, M Guntur Endar Bumi menanam cabai merah bersama Kelompok Tani (Poktan) Mekar Tani di Sunggal, Rabu (20/5/2026).

Sunggal(harianSIB.com)

Menanggapi keluhan terkait sulitnya akses air yang selama ini dihadapi para petani di Kecamatan Sunggal, Bupati Deliserdang, Asri Ludin Tambunan, menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) untuk segera melakukan pengerukan sedimen saluran air sepanjang tiga kilometer mulai besok.

Instruksi cepat tersebut disampaikan Bupati di sela-sela kegiatan penanaman cabai merah bersama Kelompok Tani Mekar Tani di Desa Sei Mencirim, Rabu (20/5/2026).

Selama ini, petani setempat mengandalkan pasokan air dari Sei Krio, namun mengalami kendala akibat pendangkalan parit dan saluran irigasi karena sedimentasi. Kondisi ini membuat petani kesulitan mengatur pola tanam hingga terpaksa bergantung pada sumur bor.

"Pengorekan sedimen dari Pintu 1 sampai ke lokasi ini, sekitar tiga kilometer, besok akan langsung dikerjakan. Fokus kita sekarang adalah air. Kalau distribusi air selesai, persoalan pertanian di sini juga akan lebih mudah diselesaikan," tegasnya.

Baca Juga:
Aksi tanggap darurat irigasi ini diharapkan dapat mendukung optimalisasi lahan yang ada termasuk lahan cabai merah seluas 1,3 hektare yang baru ditanam. Lahan tersebut ditargetkan mampu memproduksi hingga 14 ton cabai per hektare, dengan masa panen yang diperkirakan jatuh pada Agustus mendatang atau sekitar 80 hari.

Asri Ludin Tambunan juga memberikan perhatian besar pada sektor hilir, khususnya terkait stabilitas harga pasar saat panen tiba. Sebagai langkah nyata, Pemkab Deliserdang akan menerapkan skema pembelian hasil panen langsung dari petani untuk kemudian didistribusikan kepada para pedagang. Langkah ini diambil guna memotong rantai distribusi yang merugikan sekaligus menekan risiko anjloknya harga di tingkat petani.

"Cabai yang telah dipanen sebelumnya akan kita beli melalui BUMD. Begitupun dengan yang nantinya akan dipanen. Lebih bagus untung stabil terus-menerus daripada untung besar sekali lalu rugi setelahnya. Pemerintah akan berupaya menjaga stabilitas harga tersebut,

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang ketahanan pangan, Pemkab Deliserdang juga terus mendorong modernisasi sektor pertanian melalui penyediaan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), seperti traktor roda dua (TR2) dan roda empat (TR4). Fasilitas ini ditempatkan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pertanian di setiap kecamatan agar bisa diakses dengan cepat.

Petani dapat meminjam alsintan tersebut secara gratis dan hanya perlu menanggung biaya bahan bakar, sementara seluruh biaya perawatan dan perbaikan alat ditanggung oleh pemerintah daerah.

"Kita ingin mempercepat penggunaan teknologi pertanian. Jadi alat-alat ini kita siapkan di UPT supaya petani tidak perlu menunggu bantuan terlalu lama," pungkasnya.

Di sisi lain, potensi pertanian di Kecamatan Sunggal kini juga diarahkan untuk mendukung rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui dapur SPPG yang tengah berkembang.(**)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Poktan Haranggaol Tanam Bawang Merah Pakai Benih Biji
Produksi Bawang Merah di Sumut Masih 8 Ton Per Hektar
Panen Berkurang, Harga Bawang Merah Mulai Merangkak Naik
Produktivitas Bawang Merah 79,27 Kwintal Per Hektare
Harga Anjlok, Petani Bawang Merah di Desa Silalahi Dairi Terlantarkan Lahan
Dinas Pertanian Samosir akan Bagikan 46 Alsintan di Pangururan
komentar
beritaTerbaru