Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 14 Agustus 2026

Mensos Puji Pretasi Karateka SRMP 2 Medan, Bukti Sekolah Rakyat Cetak Generasi Unggul

Christopel H Naibaho - Senin, 15 Juni 2026 18:41 WIB
2.000 view
Mensos Puji Pretasi Karateka SRMP 2 Medan, Bukti Sekolah Rakyat Cetak Generasi Unggul
Foto harianSIB.com/Christopel Naibaho
Pelajar SRMP 2 Medan melakukan atraksi bela diri karate yang disaksikan langsung Mensos RI, Saifullah Yusuf dan Wali Kota Medan Rico Waas saat Open House SRMP 2 Medan, Senin (15/6/2026).

Medan(harianSIB.com)

Penampilan lima karateka Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 2 Medan menjadi salah satu daya tarik dalam kegiatan Open House Sekolah Rakyat yang dihadiri Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di SRMP 2 Medan, Senin (15/6/2026).

Aksi bela diri yang diperagakan para siswa tersebut mendapat perhatian khusus. Bahkan saat menyampaikan sambutan, Gus Ipul kembali meminta para karateka tampil untuk menunjukkan kemampuan mereka di hadapan para orang tua calon siswa dan tamu undangan.

Prestasi para karateka itu pun mendapat apresiasi. Mereka merupakan siswa yang berhasil mengharumkan nama Sekolah Rakyat dengan meraih medali emas dan perak pada kejuaraan karate se-Sumut Kajatisu Open 2026, sebuah capaian yang menjadi bukti perkembangan siswa setelah menempuh pendidikan di SRMP 2 Medan.

Salah satu karateka berprestasi tersebut adalah Fredy Simbolon, siswa kelas 7-C asal Medan Tuntungan. Anak ketiga dari lima bersaudara itu berasal dari keluarga buruh harian lepas dengan penghasilan sekitar Rp1 juta per bulan.

Baca Juga:
Sebelum masuk Sekolah Rakyat, Fredy kerap membantu orang tuanya mencari penghasilan tambahan dan menghabiskan waktu bermain bersama teman-temannya sehingga kurang fokus belajar. Namun setelah bergabung di SRMP 2 Medan, kehidupannya berubah, termasuk ukiran prestasi medali perak di Kajatisu Open pada Februari 2026

"Di Sekolah Rakyat saya jadi lebih fokus belajar dan bisa mengembangkan kemampuan karate. Saya senang karena sekarang bisa bercita-cita lebih tinggi. Saya ingin menjadi karateka nasional dan bisa membanggakan orang tua," ujar Fredy.

Selain berprestasi di bidang olahraga, Fredy juga menunjukkan peningkatan dalam akademik dan kedisiplinan selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.

Karateka lainnya, Arozak Damar Ramani, siswa kelas 7-D, juga merasakan perubahan besar sejak bergabung di SRMP 2 Medan. Putra seorang tukang kayu itu mengaku senang bisa masuk Sekolah Rakyat.

"Saya senang sekolah di sini. Bisa belajar, punya banyak teman, dapat laptop belajar, dan ikut karate. Cita-cita saya jadi polisi dan ingin karate sampai tingkat internasional supaya orang tua bangga," kata peraih emas Kajatisu Open 2026 ini.

Menurut Arozak, rutinitas di Sekolah Rakyat membuatnya lebih disiplin. Setiap hari siswa dibiasakan bangun pagi, beribadah, menjaga kebersihan, belajar, hingga mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti karate, boxing, bola tangan, dan pramuka.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan perubahan yang terjadi pada para siswa menjadi bukti nyata manfaat Sekolah Rakyat sebagai program pengentasan kemiskinan melalui pendidikan. "Dulunya anak-anak ini tidak seperti sekarang. Lebih disiplin, percaya diri, pintar, dan optimis menghadapi masa depan. Ini hal yang kita syukuri bersama," kata Gus Ipul.

Ia mengajak masyarakat, khususnya calon siswa dan orang tua, untuk melihat langsung proses pendidikan di Sekolah Rakyat melalui kegiatan Open House.

Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan gambaran utuh mengenai sistem pembelajaran, pengasuhan, kehidupan asrama, hingga perkembangan karakter siswa selama mengikuti pendidikan. Gus Ipul juga menegaskan terdapat tiga hal yang tidak boleh terjadi di lingkungan Sekolah Rakyat, yakni perundungan, kekerasan seksual maupun fisik, serta intoleransi.

Adapun sebanyak 75 calon siswa beserta orang tua dari Kota Medan hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka menyaksikan berbagai penampilan siswa, mulai dari tari tradisional, atraksi karate, pidato tiga bahasa, paduan suara hingga pembacaan puisi.

Gus Ipul menegaskan Sekolah Rakyat dirancang untuk mencetak generasi yang pintar, berkarakter, dan memiliki keterampilan sehingga mampu keluar dari lingkaran kemiskinan. "Lulusan Sekolah Rakyat di masa mendatang ada yang jadi guru, ada yang jadi seniman. Pokoknya jadi apapun dengan keterampilan yang cukup. Itulah harapan Bapak Presiden," ujarnya.

Ia menambahkan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap pengembangan Sekolah Rakyat, salah satunya melalui pembangunan gedung permanen di berbagai daerah. Saat ini terdapat 104 titik Sekolah Rakyat permanen yang sedang dipersiapkan. Untuk Kota Medan, Sekolah Rakyat Permanen akan menerima 270 siswa dengan kuota 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.

Sementara Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengatakan Pemerintah Kota Medan telah mendampingi perjalanan Sekolah Rakyat sejak awal berdiri. Ia mengaku melihat langsung perubahan positif yang terjadi pada para siswa.

Menurutnya, Sekolah Rakyat menjadi solusi bagi anak-anak dari keluarga rentan agar mendapatkan pendidikan yang layak sekaligus lingkungan yang mendukung perkembangan karakter dan masa depan mereka.

Kegiatan Open House turut dihadiri Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara Illyan Chandra Simbolon, Kepala Dinas Sosial Kota Medan Khoiruddin Rangkuti, Kepala BPS Kota Medan Hafsyah Aprillia, serta sejumlah pejabat Kementerian Sosial dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. (**)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ketua Umum KONI Sumut Kunjungi Labuhanbatu, Pompa Semangat Atlet Menuju Porprovsu 2026
IPSI Medan Gelar Open Tournament Menuju Porprovsu 2026 dan Pemasalan TGR
Sumut Berpeluang Jadi Tuan Rumah Peparnas 2028, Pembinaan Atlet Disabilitas Terus Diperkuat
Serius Hadapi PON 2028, KONI Sumut Andalkan Empat Program Prioritas
236 Atlet Pelajar Bersaing di Popkot Medan 2026 Cabor Pencak Silat
UKT Karate Dojo TAKO Budi Murni Cetak Karateka Berkarakter dan Berprestasi
komentar
beritaTerbaru