Kenangan Pdt Masada Terhadap 100 Hari Wafatnya Pdt Agustinus Purba (Alm), Ketua Moderamen GBKP

Potret Totalitas Seorang Hamba yang Menghamba


833 view
 Potret Totalitas Seorang Hamba yang Menghamba
(Foto SIB: Frans Sihombing)
ZIARAH MASADA : Ketua Klasis GBKP Barus Sibayak Tanahkaro, Pdt Masada Sinukaban MSi berpose dengan menggenggam sekuntum bunga di  pusara alm. Pdt Agustinus Pengarapen Sitepu, Ketua Moderamen GBKP yang wafat pada 11 November 2020. Foto dipetik 22 Febuari lalu di kompleks pemakaman Taman Marturia GBKP desa Sukamakmur Kecamatan Sibolangit. 
Pasca kunjungan ziarah dan wisata rohani satu grup kecil (peserta terbatas, sesuai Prokes) dari Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Klasis (distrik) Barus Sibayak Kabupaten Karo, ke makam mantan Ketua Moderaman Agustinus Purba di Taman Marturia Sukamakmur Kecamatan Sibolangit pada 23 Februari lalu, Pdt Masada Sinukaban MSi selaku pimpinan rombongan, Sabtu (6/3) menyebar rilis dengan judul atau tajuk: 'Potret Totalitas Seorang Hamba yang Menghamba'.

Rilis atau sinopsis yang semula beredar internal di gereja setempat itu mengungkapkan pengalaman Pdt Masada selaku Ketua Klasis GBKP Barus Sibayak, tentang kesan, pengalaman dan kenangannya dengan pucuk pimpinan Moderamen GBKP Pdt Agustinus Purba yang wafat pada 11 November 2020 lalu. Rilis kenangan yang kemudian tersebar luas via WA dan selebaran itu dibuat Masada sebagai kenangan 100 hari wafatnya pimpinan moderaman yang akrab dipanggil Bang 'AP'.

"Pendeta yang memegang tampuk pimpinan tertinggi (Moderamen) GBKP ini terkenal begitu friendship yang dekat dan akrab dengan semua kalangan warga GBKP, mulai dari jajaran pendeta, vikares, diaken, majelis runggun hingga jemaat kelas bawah. Beliau sama sekali tidak kaku, bahkan tampak lebih senang dipanggil Bang 'AP', Saya sendiri disapanya 'Adinda', sampai suatu kali saya heran dan kaget ketika disebut-panggilnya 'Romo' di hadapan jemaat. Saya melihat dan merasa, Pendeta atau 'Bang AP' ini benar-benar potret seorang Hamba Tuhan yang Menghamba secara Totalitas," katanya kepada SIB seusai acara kunjungan 'Jemput Alkitab' di kantor Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) Medan.

Acara 'Jemput Alkitab' itu merupakan program bina moral-mental GBKP yang diprogramkan Klasis Barus Sibayak sebagai ekstra kurikuler anak-anak maupun jemaat untuk mengisi hari-hari libur atau masa luang publik. Selain menjadi kegiatan pribadi di sela-sela belajar dan bekerja di rumah (work from home-WFH) selama masa pandemi, juga sebagai bekal iman untuk menghindari dan mencegah pengaruh maupun aksi konsumsi narkoba, judi, miras dan penyakit sosial lainnya.

Masada secara khusus sangat mengapresiasi Pendeta 'Bang AP' yang sangat mendukung gerakannya untuk pemberantasan judi, narkoba, prostitusi terselubung plus konsumsi miras di warung remang-remang, kerusakan lingkungan akibat perambahan hutan, dan sebagainya.

"Ada duahal yang paling saya salut padamu Romo (Masada). Pertama, kalian di klasis termuda GBKP sudah terbukti mampu dan kompak menghimpun dana dari jemaat maupun donatur sehingga bisa membangun kantor klasis sendiri. Kedua, gerakan aksi kebersihan lingkungan bersama jemaat, apalagi kutahu kam (Bahasa Karo: anda) mau langsung ikut mengutip sampah di sepanjang jalan wisata objek Penatapen-Doulu mulai dari lokasi wisata Tahura. Itu sangat luar biasa, teruskan ya Romo. Tantangan memang selalu ada, tapi Tuhan pasti menyertaimu untuk membenahi Tanahkaro Bumi Turang ini," ujar Masada mengulang pernyataan Pendeta AP ketika itu, disaksikan Wage Ginting Manik, rekan satu gereja dan juga anggota Masada dalam tim 'GBKP Rindu Karo Bersih' atau Gerakan GBKP-RKB.

Bermula ketika Pdt Agustinus Purba sebagai Kabid Diakonia GBKP di masa pimpinan Moderaman Pdt MB Barus, Masada mengisahkan kenangannya pada 2014 lalu ketika bersama-sama melayani ibadah diakonia bagi para pengungsi korban erupsi Sinabung yang melibatkan sejumlah pendeta seperti Pdt Matius Panji Barus, Pdt Dr Erick Jhonson Barus, Pt Ananta Purba dan lainnya. Kisah itu sangat berkesan bagi Pendeta Masada karena sempat menjadi perhatian Presiden Jokowi yang mengunjungi warga pengungsi, bersama rombongan: Luhut Panjaitan dan Parlindungan Purba, plus sejumlah putra Karo di Jakarta seperti Alimin Ginting, Dananta Barus, Kencana Tarigan, Ikuten Sitepu, dan Robinson Surbakti.

Tanpa bermaksud politis dan mengabaikan wewenang 'atasan', Kabid Diakonia GBKP Pdt Agustinus Purba dengan totalitas kepedulian pada jemaat, selaku pimpinan pelayanan diakonia pengungsi Sinabung, khususnya ketika mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi, secara jujur dan terbuka menyatakan doa dan harapannya agar Jokowi terpilih kembali sebagai Presiden RI pada Pemilu 2019, karena daerah Karo yang dilanda erupsi berulang Gunung Sinabung telah menimbulkan korban sosial-ekonomi masyarakat yang butuh perhatian dan kepedulian dari orang-orang seperti beliau (Jokowi). Jokowi kemudian menepati janji, termasuk memberi bantuan kepada 96 mahasiswa dari kalangan putra-putri warga pengungsi korban Sinabung di lokasi pemukiman relokasi desa Siosar.

"Kesan lainnya adalah ketika 'Bang AP' sampai tiga kali hadir dalam sidang GBKP tingkat klasis di GBKP Tanjungbarus (wilayah Barus Sibayak). Saya juga diajaknya ikut mendampinginya dalam sejumlah tugas pelayanan eksternal di Batam dan Singapura pada 2019. Beliau antusias bicara dan bercerita selama di dalam kapal sejak dari Belawan. Padahal, saya ini sangat jauh di bawah kelas dan jabatannya," papar Masada menahan haru. (A05/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com