MD GPdI SUA Kumpulkan Pakar, Vaksid Covid-19 Sejalan dengan Keyakinan Gerejawi


409 view
MD GPdI SUA Kumpulkan Pakar, Vaksid Covid-19 Sejalan dengan Keyakinan Gerejawi
Foto Dok
Pdt Samuel Ghozaly SE MTh
Medan (SIB)
Ketua Majelis Daerah (MD) Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Sumatera Utara - Aceh (SUA) Pdt Samuel Ghozaly SE MTh mengumpulkan sejumlah pakar kesehatan. Hal itu untuk mengritisi dan mengetahui efikasi vaksinasi terkait Covid-19. “Hasilnya, GPdI SUA terima seutuhnya program vaksinasi dan mendukung langkah pemerintah menekan virus corona. Vaksin pun tidak bertentangan dengan ajaran Kristen dan tak kaitannya dengan antikepercayaan maupun lambang ‘666’,” tegasnya di GPdI Ebenhaezer Jalan Sampurna Kampunglalang Medan, Rabu (3/2).

Ia mengutip 2 Tesalonika 2, bahwa anti-Kristus belum dinyatakan sebab gereja belum disingkirkan. “Lagi pula kemunculan anti-Kristus harus mendahului penerapan ‘666’. Itu sebabnya terlalu gegabah menghubungkan vaksin Covid-19 dengan anti-Kristus,” tegasnya seperti dipublikasi dikanal YouTube Holly Channel SUA.

Sebelumnya, di studio Sekretariat MD GPdI SUA Jalan Orion (belakang) Medan Plaza-Medan Musik, Medan, berlangsung perdebatan mengenai vaksinasi. Menurutnya, pandemi belum berakhir. Covid-19 menginfeksi 223 negara dengan kasus terkonfirmasi 100.819.363 jiwa dengan korban meninggal lebih 2.176.159 orang. Di Indonesia sendiri tercatat 1.051.795 kasus positif dengan korban meninggal 29.518 jiwa. Itu artinya korban meninggal di Indonesia mencapai 1,36 persen dari kasus global dunia. Ini bukan angka yang kecil.

MD GPdI SUA mencermati perkembangan soal vaksin. Ada yang mengaitkan dengan kepercayaan. Semua, menurutnya, sah-sah saja tapi jangan sampai kontraproduktif. Kesimpulannya, setelah melalui kajian ilmiah dan teologi, MD GPdI menerima vaksinasi. “MD GPdI SUA telah menggali informasi lengkap. Mulai pakar kesehatan, pakar hukum, pakar eskatologi dan tokoh-tokoh senior di GPdi SUA. Termasuk menyeksamai video yang berisi pernyataan dari Ketua Majelis Pusat GPdI,” tegasnya. “Vaksin terkait Covid-19 yang diaplikasikan di Indonesia tidak ada kaitannya dengan yang kontraproduktif!”

Pdt Samuel Ghozaly memasitkan, vaksin berguna untuk membangkitkan sistem imunitas tubuh. Sebelum penemuan, oleh banyak orang percaya pada-Nya di seluruh dunia, didoakan. “Kehadiran vaksin harus dianggap sebagai salah satu jawaban dari Tuhan yang mau menolong kita dari bencana pandemic ini. Warga GPdI SUA harus menerima vaksin ini sebagai kemurahan Tuhan,” simpulnya.

Ia menyitir Roma 13, wajib untuk tunduk kepada ketentuan pemerintah. “Presiden Joko Widodo sudah memberikan contoh sebagai orang pertama yang divaksin Covid-19 di Tanah Air. Langkah mendukung vaksinasi agar angka kematian karena virus corona bisa berkurang bahkan hilang dari bumi Nusantara,” simpulnya. “Teriring salam kasih. Tuhan Yesus memberkati, kabarkan Injil-Nya untuk selamatkan jiwa. God Bless You!” (R10/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com