Peduli Karo Pulih, Pdt Masada Galang Baca Alkitab untuk Tangkal Judi-Narkoba

Bagi Buku untuk Renungan dan Mitigasi Bencana Erupsi Sinabung

156 view
Foto Istimewa
Pdt Masada Sinukaban dan buku Alkitab di Klasis GBKP Barus Sibayak
Medan (SIB)
Ketua Klasis Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Barus Sibayak Tanahkaro, Pdt Masada Sinukaban STh MSi, menggelar sosialisasi berantai di kalangan jemaat dan komunitas 'GBKP Rindu Karo Bersih' atau Gerakan GBKP-RKB untuk mencapai citra daerah Karo yang pulih dan bebas dari judi, narkoba, miras, maksiat di warung remang-remang dan penyakit masyarakat lainnya.

"Gerakan baca Alkitab kita galang secara interaktif melalui keluarga jemaat yang hadir di gereja pada hari ibadah Minggu, atau kita pesan melalui orang tua dan guru sekolah Minggu-nya maupun via WA. Tujuan kita secara jangka pendek, menengah dan jangka panjang adalah komitmen pembenahan sosial budaya Karo, menangkal penyakit-penyakit masyarakat yang marak selama ini. Terutama, judi yang ternyata masih marak, sampai-sampai musti kaum ibu atau 'nande-nande' yang menggerebek walaupun sudah dilaporkan ke aparat setempat," ujar Masada Sinukaban kepada SIB di Berastagi, Sabtu (20/3).

Dia mengutarakan hal itu di kompleks klasis GKBP Tanjungbarus Kecamatan Dolatrayat ketika memaparkan program Gerakan Baca Alkitab di masa pandemi Covid-19, seusai membagi buku (secara terbatas) yang berjudul 'Nyanyian Gurukinayan'. Buku karya Albert Purba mengisahkan satu sisi tragedi seorangaaktivis gereja yang terkena bencana erupsi Gunung Sinabung di Desa Gurukinayan, dan telah merenggut harta ladang, rumah bahkan isterinya, sehingga hanya tinggal dia bersama seorang putrinya.

Buku yang berisikan 14 bab dengan total isi 250 halaman itu, mirip kisah penderitaan Ayub (dalam Alkitab) yang kehilangan segalanya (harta dan keluarga), namun dengan final sikap tetap tabah, tangguh dan tetap percaya akan kuasa Tuhan, walau imannya sempat goyah menyaksikan erupsi yang berulang.

Bagi Masada, buku ini mengandung makna dan pesan betapa pentingnya pengetahuan tentang mitigasi bencana alam sembari terus meneguhkan keimanan kepada Tuhan Mahapencipta alam semesta.

"Membaca buku ini akan bermanfaat paralel dengan manfaat dan tujuan membaca Alkitab secara rutin. Alkitab mengajarkan kita untuk memelihara dan menjaga keutuhan ciptaan sembari tetap menaati Firman Tuhan. Sedangkan buku 'Nyanyian Gurukinayan' ini mengajak kita untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan dari dampak bencana untuk pemulihan harapan serta keteguhan iman percaya kita pada Tuhan. Metode teknis dari kedua pelajaran ini, tak lain adalah baca Alkitab," ujar Masada disaksikan isterinya Nora Vina Ginting dan para tamunya.

Bersama rekannyaPdt Cerry Rogan, Pdt Hartono Barus dan Pdt Christian Immanuel Sinukaban, Masada juga mencontohkan keberhasilan seorang ibu rohani gereja di London Inggris pada 300-an tahun lalu. Sang ibu, Susanna Annesley, isteri dari Pendeta Samuel Wesley,aktif menyuruh anak-anaknya membaca Alkitab setiap harinya pada waktu tertentu di rumah. Ibu itu mewajibkan baca minimal satu ayat dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, sehingga akhirnya menampilkan dua putranya: Pdt John Wesleydan Pdt Charles Wesley, menjadi Hamba Tuhansukses dipakai Tuhan untuk mendirikan dan membesarkan Gereja Methodist di berbagai penjuru dunia, seperti saat ini.

Masada, di hadapan tamunya Polman Bakkara, Arya Setyani dan Wage Ginting Manik dari Gerakan GBKP-RKB, secara khusus menegaskan hikmah dari kegiatan baca Alkitab adalah satu upaya pelatihan komitmen iman untuk senantiasa takut akan Tuhan sekaligus taat pada hukum. Sehingga, tradisi baca Alkitab bagi semua orang (tidak hanya anak-anak) akan mendorong banyak orang untuk menjauhi dan menghindari praktek atau hobby yang melanggar hukum, etika dan moral.

"Harapan kita adalah pulihnya Karo Simalem dalam arti kembali bersih dari judi, narkoba, miras, maksiat dan lainnya termasuk aksi kolusi perusakan lingkungan dan illegal loging. Kita tak ingin lagi mendengar musti kaum ibu atau nande-nande yang harus menggerebek dan berantas judi seperti yang terjadi di desa Buluhpancur (Kecamatan Laubaleng, 4 Maret 2020) dan desa Kacinambun (Kecamatan Tigapanah, 28 November 2020). Selain untuk menjemput para suami dari lapak-lapak judi dan narkoba itu, para ibu (nande-nande) itu tentu tak rela uang hasil jerih payah di sawah-ladang habis percuma di meja judi. Tidaklah salah kalau kita mengimani mimpi kita untuk menyaksikan bapak-ibu beserta anak-anaknya akan rajin baca Alkitab walau 1-2 jam saja setiap harinya," ujar Masada optimis. (A5/c)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com