Vatikan Tolak Berkati Pernikahan Sesama Jenis


206 view
Foto Dok
Paus Fransiskus
Vatikan (SIB)
Vatikan dengan tegas menyatakan bahwa Gereja Katolik tidak akan memberkati pernikahan sesama jenis karena Tuhan “tidak bisa memberkati dosa.” Hal ini merupakan tanggapan resmi dari kantor ortodoksi Vatikan yang disetujui oleh Paus Fransiskus atas pertanyaan tentang apakah pendeta Katolik memiliki wewenang untuk memberkati pernikahan sipil gay, Senin (15/3).

Pernyataan sepanjang dua halaman tersebut mengungkapkan bahwa gereja Katolik membedakan penerimaan terhadap orang-orang LGBT dengan memberkati pasangan sesama jenis. Karena pernikahan sesama jenis bukanlah bagian dari rencana Tuhan, dan bahwa pengakuan sacramental apapun terhadap mereka dapat membingungkan arti dari pernikahan, demikian kantor berita AP mengutip pernyataan tersebut.

Walau demikian, dalam catatan tersebut Vatikan menyatakan bahwa pernyataan tersebut “tidak dimaksudkan sebagai bentuk diskriminasi yang tidak adil, melainkan sebagai pengingat akan kebenaran ritus liturgi" sakramen pernikahan dan berkat yang terkait dengannya.

Pernyataan Vatikan tersebut mengecewakan kelompok LGBT Katolik, terutama mereka yang berada di gereja Jerman yang berada di garis terdepan dalam membuka pembicaraan tentang isu homoseksualitas di gereja.

Bahkan Francis DeBernardo, direktur eksekutif New Ways Ministry, yang mengadvokasi penerimaan terhadap kelompok gay yang lebih besar di gereja, memperkirakan pernyataan Vatikan tersebut akan diabaikan, termasuk oleh beberapa pendeta Katolik.

"Umat Katolik mengakui kesucian cinta antara pasangan sesama jenis yang berkomitmen dan mengakui cinta ini sebagai inspirasi ilahi dan didukung secara ilahi dan dengan demikian memenuhi standar untuk diberkati," demikian pernyataannya yang dikutip AP.

Pernyataan Vatikan tersebut jauh dari harapan kelompok LGBT, terlebih Paus Fransiskus dianggap mendukung kelompok gay sejak ia masih menjabat sebagai uskup di Argentina.

Gereja Katolik sendiri mendefinisikan bahwa pernikahan menurut Alkitab adalah persatuan antara satu orang laki-laki dan seorang perempuan. Hal ini menegaskan bahwa dokrin pernikahan ini tidak berubah, serta pandangan Alkitab tentang hubungan sesama jenis adalah dosa. (Jawaban.com/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com