280 ODGJ di RSJ Prof Dr M Ildrem Belum Ditemukan Terpapar Covid-19


289 view
280 ODGJ di RSJ Prof Dr M Ildrem Belum Ditemukan Terpapar Covid-19
(Foto Dok/Leo Bukit)
dr Lisni Elysah SpKK Finsdv 
Medan (SIB)
Sebanyak 280 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof Dr M Ildrem, Jalan Tali Air, Medan Tuntungan, belum ditemukan terpapar Covid-19. Meskipun sebelumnya diketahui di rumah sakit jiwa satu-satunya di Sumut itu terdapat tenaga kesehatan (nakes) yang terkonfirmasi Covid-19.

"Belum ada pasien yang terpapar, namun untuk memberikan kekebalan imun pada pasien agar terhindar dari paparan Covid-19, kita ada rencana akan melakukan vaksinasi namun saat ini kita masih fokus melakukan vaksin terhadap tenaga kesehatan (nakes) juga lansia di sana," kata Direktur Utama RSJ Prof Dr M Ildrem melalui Wakil Direktur Pelayanan, dr Lisni Elysah SpKK Finsdv di ruang kerjanya, Jumat (19/3/2021).

Dikatakannya, saat ini pihaknya juga rutin melakukan seminggu 2 kali rapid antigen buat orang-orang yang terpapar di lingkungan rumah sakit jiwa ini. "Kita memang tidak menemukan karena sudah dilakukan tracing dan screening sehingga tidak ada yang terpapar sampai saat ini," ujarnya.

Sementara itu, terkait stigma bahwa ODGJ kebal Covid-19 ia langsung membantah. "Gak ada ODGJ kebal Covid-19, tidak ditemukan karena kurang diperhatikan saja. Selain itu, ODGJ ini imunnya kuat karena mereka tidak memikirkan takut. Apalagi orang-orang melihat mereka di jalanan itu tampak sehat-sehat saja. Salah satu penyebab terpapar Covid-19 karena stres, ketakutan sehingga imun tubuh menurun," tegasnya.

Lisni Elysah juga mengatakan untuk menjaga pasien terpapar Covid-19, kunjungan kepada pasien saat ini ditiadakan dan jika ada pasien baru, sebelum masuk harus diswab atau pemeriksaan terlebih dahulu. Saat ini jumlah pasien ODGJ yang dirawat di RSJ itu sebanyak 280 orang berasal dari berbagai daerah di Sumut, paling banyak dari Medan.

Sementara itu, Kepala Seksi Pelayan Medik Rawat Jalan dan IGD, dr Indah Julika di tempat yang sama menyampaikan kebanyakan memang pasien di rumah sakit ini mengalami gangguan jiwa disebabkan masalah keluarga seperti perceraian. Selain itu ada juga faktor keturunan.

Sementara kondisi para pasien yang berada diruang rawat tampak sehat dan juga bersih baik pasien laki-laki maupun perempuannya. Begitu juga dengan rumah sakit itu, tampak sudah berbenah, kawasan rumah sakit jiwa itu bersih. (*)
Penulis
: Leo Bukit
Editor
: Wilfred
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com