7 Bakal Calon Pimpinan GKPI Paparkan Visi dan Misi


3.067 view
Foto: SIB/Victor Ambarita
PAPARKAN VISI MISI : Tim Pemerhati Gereja Kristen Protestan Indonesia (TPG) memfasilitasi para bakal calon (balon) pimpinan GKPI periode 2021-2025 memaparkan visi dan misinya di hadapan para jemaat melalui zoom dan live streaming Youtube, Selasa (6/4/2021). Dari atas kiri: Pdt Pdt Rivelindo Panggabean, Daniel Simanjutak dan Sahat Pakpahan. Dari bawah kiri: John Posma L Tobing dan Ferdinand Nainggolan.
Jakarta (SIB)

Terobosan maju diprakarsai Tim Pemerhati Gereja Kristen Protestan Indonesia (TPG). Di mana pertama kalinya TPG memfasilitasi para bakal calon (balon) pimpinan GKPI periode 2021-2025 untuk memaparkan visi dan misinya di hadapan para jemaat melalui zoom dan live streaming Youtube, Selasa (6/4/2021).

Kegiatan ini digelar menjelang Sinode Am Periode (SAP) ke-22 yang akan berlangsung pada 15-18 April 2021, di GKPI Center, Pematangsiantar.

Dari lima balon Bishop dan 16 balon Sekretaris Jenderal (Sekjend) yang beredar, hanya 1 balon Bishop dan 6 balon sekjend yang bersedia ikut serta menyampaikan visi dan misinya.

Adapun para balon pimpinan GKPI adalah Pdt Hasintongan Gurning MMin (Balon Bishop) dan enam orang sebagai balon Sekjen yaitu Pdt Humala Lumbantobing MTh, Pdt Gibson Sibuea STh, Pdt Jhon Simorangkir DTh, Pdt Pardi Silalahi MTh, Pdt Parsaoran Sinaga MTh MMin dan Pdt Raden Samosir STh.

TPG sendiri dimotori empat jemaat GKPI di Jabodetabek, yakni Daniel Simanjuntak (GKPI Satria Grogol), John Posma L Tobing (GKPI Bekasi), Sahat Pakpahan (GKPI Rawamangun) dan Ferdinand Nainggolan (GKPI Pulomas).

Daniel Simanjuntak, yang menjadi moderator dalam acara tersebut, menegaskan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pertanyaan, “Apa dasar dari sinodisten menentukan pilihan pimpinan ke depan? Siapa kandidat pimpinan GKPI yang layak (terbaik dan cocok) untuk menggembalakan GKPI ke depan?”

Menurut Daniel, dalam draft run down acara SAP yang terkait dengan pemilihan kandidat, memang ada ada sesi meneliti persyaratan formal para kandidat. Namun tidak ada waktu dan ruang yang memadai untuk mereview kelayakan kapasitas, kapabilitas, rekam jejak terutama gagasan ke depan dari para kandidat.

“Guna menghindarkan adanya pemilihan yang berdasarkan hubungan transaksional yang tidak sehat (siapa memberi, mendapat balas jasa apa), atau pemilihan kucing dalam karung, atau ikatan emosional, atau kedekatan, maka digagas upaya ini sekaligus untuk mencerahkan dan mengedukasi para stakeholders utamanya para sinodisten yang berhak memilih,” jelas Penasihat BKS Pria Regional I GKPI ini.

Meski kegiatan ini belum diatur dalam PRT (Peraturan Rumah Tangga) GKPI maupun ketentuan terkait, lanjut Daniel, namun ini merupakan suatu terobosan sehingga para kandidat terhindar dari kampanye terselubung dan sinodisten juga dapat menentukan pilihannya obyektifnya berdasarkan informasi yang akurat dari para kandidat.

“Dengan hikmat Tuhan, gereja harus belajar dari kekurangan dan kesalahan pada masa lalu. Dan menghentikan kebiasaan-kebiasaan lama yang tidak bagus. Juga harus jeli dan terbuka (open minded) menghadirkan pelayanan spiritualitas kepada warga jemaat dan masyarakat yang terus menerus bergerak dinamis,” imbuh peserta sinode utusan Jemaat GKPI Satria Grogol Jakarta ini.

Hal senada diutarakan Sahat Pakpahan, peserta sinode utusan dari GKPI Rawamangun Jakarta. Ia mengatakan kegiatan baru bagi warga GKPI ini sangat bagus. Pun, acara ini tidak menyalahi atau menabrak aturan PRT GKPI.

Sementara Korwil XI Jawa Kalimantan, Pdt Rivelindo Panggabean menyampaikan terima kasih dan rasa syukur kepada TPG yang dalam waktu singkat mampu mempersiapkan prakarsa baik ini dan dapat terlaksana dengan baik. “Semoga GKPI ke depan semakin maju lagi yang dipimpin oleh hamba-hamba Tuhan yang bisa melayani dengan baik,” tutupnya.

Acara pemaparan visi dan misi ini didahului ibadah singkat yang dibawakan Penatua Radot Simamora (GKPI Depok) dan ditutup dengan doa oleh Penatua Manigor Sitindaon (GKPI Siantar Lubukpakam). Juga turut memberikan sambutan dari warga jemaat yaitu DR Sahala Panggabean (GKPI Bekasi) dan Genta Hutapea (GKPI Sangatta Kalimantan Timur). (*)

Penulis
: Victor Ambarita
Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Tag:GKPI
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com