Anggota DPRD SU Nilai BUMD Tidak Produktif Akibat Terlalu Dimanja

Saatnya Penyertaan Modal ke BUMD Diganti Jadi Pinjaman Modal

219 view
Anggota DPRD SU Nilai BUMD Tidak Produktif Akibat Terlalu Dimanja
Foto Dok/Ust Syahrul E Siregar
Ust Syahrul E Siregar
Medan (SIB)
Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut Ust Syahrul E Siregar menegaskan, tidak produktifnya sejumlah BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) di Sumut, akibat terlalu dimanja Pemprov Sumut, karena kerap diberi suntikan dana yang besar dari APBD, sehingga badan usaha itu "ogah" berinovasi mencari keuntungan.

"Dengan gampangnya BUMD mendapat penyertaan modal mencapai ratusan miliiar rupiah setiap tahunnya dari APBD, mereka ogah bekerja. Hal ini merupakan tindakan yang tidak cerdas dan terlalu memanjakan, sehingga para pimpinan BUMD di Sumut tidak pernah bekerja keras," ujar Syahrul Siregar kepada wartawan, Kamis (19/11/2020), melalui telepon di Medan.

Berkaitan dengan itu, anggota Komisi D ini mengingatkan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi untuk mempertimbangkan kembali pengucuran dana berupa penyertaan modal kepada seluruh BUMD di Sumut, karena tindakan itu sangat tidak bijaksana dan kurang cerdas.

"Kenapa kurang cerdas, karena setiap tahun membebani APBD serta dapat dimaknai sebagai bentuk memanjakan perusahaan daerah yang mengakibatkan kinerja tidak produktif serta tidak signifikan menyumbang PAD," tandas Syahrul Siregar sembari menambahkan, stop penyertaan modal ke seluruh BUMD, karena hanya merugikan dan membebani APBD.

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut ini menyarankan, sudah saatnya penyertaan modal tersebut diganti menjadi pinjaman modal BUMD kepada Pemprov Sumut, sehingga menjadi pemacu kinerja seluruh jajaran direksi dan wajib mengembalikan peminjaman modal tersebut.

“Seluruh BUMD harus memberikan kontribusi yang maksimal terhadap PAD, dan bila dalam jangka waktu tertentu tidak maksimal atau minus dalam memberikan kontribusi, Gubernur Sumut harus segera mengevaluasi seluruh komisaris dan direksi untuk selanjutnya mempertimbangkan kelanjutan perusahaan itu, " tandasnya.

Jika memungkinkan, tambah Syahrul, BUMD-BUMD yang selama ini terus mengaku merugi, sebaiknya dimerger menjadi satu perusahaan, agar tidak terlalu membebani APBD Sumut setiap tahunnya, karena masih banyak dibutuhkan anggaran untuk pembangunan infrastruktur jalan dan lainnya.

Seperti diketahui, kata Syahrul, adapun sejumlah BUMD yang kerap mendapat kucuran penyertaan modal dari APBD, yakni PDAM Tirtanadi, PT Perkebunan, PT Dirgasurya, PT PPSU (Pembangunan Prasarana Sumatera Utara), PT AIJ (Aneka Industri dan Jasa) dan PT Bank Sumut merupakan perusahaan yang paling sehat.(*).

Penulis
: Firdaus Peranginangin
Editor
: Robert@hariansib.com/donna
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com