Audiensi ke Pemko Medan, BI Tawarkan Sistem Pembayaran Digital


156 view
Foto : Dok/Diskominfo Medan
Terima Audiensi : Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution SE MM menerima audiensi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut Soekowardojo di Ruang Khusus Wali Kota, Balai Kota, Selasa (9/3/2021).
Medan (SIB)
Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution menerima audiensi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumut Soekowardojo di Ruang Khusus Wali Kota, Balai Kota, Selasa (9/3/2021). Selain silaturahmi, melalui kunjungan itu pihak BI juga mengajak Pemko Medan mengadopsi elektronifikasi transaksi.

Dijelaskan Soekowardojo yang hadir didampingi para Deputy Kepala Perwakilan Bank Indonesia, elektronifikasi transaksi merupakan program BI untuk mempercepat pembayaran melalui digital. Dengan begitu, tidak ada lagi campur tangan manusia terkait pengeluaran dan pemasukan pemerintah daerah.

"Kami harap program ini dapat diadopsi Pemko Medan. Contoh bagi warga yang ingin membayar PBB, tidak perlu lagi menggunakan uang tunai. Cukup dengan menggunakan Quick Response Code Indonesia Standar (QRIS), sudah dapat membayar PBB. Selain aman, transaksi juga lebih efektif," katanya.

Diakui, pihaknya juga menargetkan 12 juta UMKM maupun pengusaha dapat bertransaksi melalui QRIS. Selain mempermudah transaksi, lanjutnya, penggunaan QRIS juga dinilai dapat mendukung program pemulihan ekonomi nasional (PEN) di tengah pandemi Covid-19.

"Di Medan sudah sekira 120 ribu merchant yang menggunakan teknologi QRIS, Ke depannya kami minta dukungan wali kota agar pelaku UMKM di Medan dapat memanfaatkan teknologi ini. Apalagi kami melihat program Wali Kota Medan menjadikan Kesawan menjadi kawasan heritage dan kuliner. Nantinya kami dapat mensosialisasikan program QRIS kepada pelaku UMKM disana," katanya.

Dirinya juga meminta dukungan Wali Kota Medan melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bersama Bank Indonesia untuk dapat mengendalikan Inflasi khususnya di Sumut, sebab Kota Medan menjadi barometer Inflasi di Sumut. Menurutnya, jika Inflasi di Kota Medan berhasil dikendalikan, maka di Sumut juga akan terkendali.

"Di tengah pandemi Covid-19, daya beli masyarakat masih rendah. Kami juga berharap Pemko Medan bergerak bersama-sama meningkatkan daya beli masyarakat, agar perekonomian dapat berjalan lancar," harapnya.

Sementara, Wali Kota Medan yang didampingi Asisten Ekbang Khairul Syahnan dan Kepala BPKAD T Ahmad Sofyan dan Kepala BPPRD Suherman menegaskan, Pemko Medan siap berkolaborasi dengan Bank Indonesia, khususnya dalam mengelektronikkan transaksi. Menurutnya, kolaborasi itu dapat dimulai dari E-Katalog.

"Kami siap berkolaborasi dengan Bank Indonesia Provinsi Sumut, agar dapat mempercepat pembayaran melalui cara digital. Apalagi di tengah pandemi Covid-19, program ini sangat baik karena dapat mengurangi transaksi tunai," akunya.

Diakui, pihaknya mendukung program QRIS dari Bank Indonesia untuk dapat digunakan pelaku UMKM dalam bertransaksi. Selain itu, tambahnya, Pemko juga bersedia membantu mengendalikan Inflasi di Kota Medan serta meningkatkan daya beli masyarakat. (*)

Penulis
: Roy Marisi Simorangkir
Editor
: Robert/Eva Rina P
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com