Babi Langka di Nias, Larangan Peredaran Daging Dicabut


2.116 view
Foto/SIB/Normalius Gori
BERI PENJELASAN : Kadis Pertanian dan Peternakan Nias, Fonaso Laoli  memberikan penjelasan kepada  terkait kelangkaan babi di Nias, Selasa (17/11/2020).
Nias (SIB)
Terkait langkanya daging babi di Nias pasca serangan virus, larangan peredaran daging babi ke Pulau Nias dicabut. Hal itu dikatakan Kadis Pertanian dan Peternakan Nias, Fonaso Laoli, Rabu (18/11/2020).

"Ternak babi di Kepulauan Nias khususnya di Kabupaten Nias, hampir punah akibat serangan Virus African Seine & Fever (ASF) beberapa bulan lalu. Virus ini baru pertama kali di Nias, sampai sekarang belum ditemukan vaksinnya," jelas Fonaso.

Akibat kelangkaan ini, harga daging babi saat ini mencapai Rp 120 ribu per kg dan sulit didapatkan. "Saya juga prihatin bila ada acara adat atau pesta, warga menggunakan ayam atau ikan sebagai lauk," jelasnya.

Sehinga, pencabutan larangan daging masuk ke Nias dari daerah Sibolga dinilai tepat guna menyiasati langkanya daging di Nias.

Ia menambahkan, sebelum virus ASF berkembang di Nias, pihaknya sudah menyurati balai karantina Sibolga untuk melarang memasukkan babi yang diduga membawa virus, namun terus masuk. (*)

Penulis
: Normalius Gori
Editor
: wilfred@hariansib.com/donna@hariansib.com
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com