Banyak Padam, Anggaran Pemeliharaaan Lampu Panel Surya Desa Perkebunan Sei Rumbia Dipertanyakan


236 view
Banyak Padam, Anggaran Pemeliharaaan Lampu Panel Surya Desa Perkebunan Sei Rumbia Dipertanyakan
finance.detik.com
Ilustrasi
Kotapinang (SIB)
Proyek pembangunan lampu jalan panel surya di lokasi HGU PT PP Lonsum Sei Rumbia, Desa Perkebunan Sei Rumbia, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), yang menelan anggaran ratusan juta rupiah untuk 9 titik mulai dipertanyakan warga.Pasalnya, baru satu tahun pembangunan lampu yang bersumber dari APBDes 2019, susah banyak yang tidak menyala.

"Banyak keluhan warga kepada kami tentang lampu jalan yang rusak tersebut. Ini sangat disayangkan, sudah lokasinya berada di areal HGU, anggarannya pun disinyalir terlalu besar Rp 21 juta per titik. Lebih besar Rp 2 juta dari Desa Sisumut, yang hanya Rp 19 juta untu satu titik lampu yang sama," kata Ketua GAMKI Kabupaten Labusel, Agata M Karokaro kepada wartawan, Senin (8/6/2020).

Agata pun mempertanyakan anggaran pemeliharaan lampu jalan tersebut. Menurutnya, dalam usia satu tahun, semestinya lampu tersebut masih dapat berfungsi dan kerusakannya dapat diperbaiki.

"Namun kesannya pemerintah desa setempat tenang-tenang saja. Atau mungkin anggaran pemeliharaannya sudah tidak jelas," katanya.

Dia pun mendesak pihak Kejaksaan Negeri Labusel maupun Polres Labuhanbatu untuk menyelidiki kasus tersebut. Menurutnya, perhatian pemerintah yang begitu besar kepada desa semestinya diiringi dengan pengawasan ketat, sehingga meminimalisir penyimpangan dalam pengelolaan anggaran.

"Kami berharap Kejari ataupun Polres dapat menindaklanjuti, sehingga menjadi contoh bagi desa lainnya agar hati-hati dalam mengelola anggaran. Proyek lampu jalan di Desa Perkebunan Sei Rumbia ini sangat janggal," katanya.

Sementara itu, Kepala Urusan Pembangunan Desa Perkebunan Sei Rumbia yang juga Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), Ripai Rambe mengatakan, dana APBDes 2020 untuk pemeliharaan lampu jalan tersebut belum direalisasikan. Menurutnya hal itu disebabkan adanya pergesaran anggaran akibat pandemi Covid-19.

Disebutkan, prioritas anggaran saat ini untuk penanganan Covid-19. Menurutnya, besar biaya pemeliharaan yang sebelumnya sudah dialokasikan kurang dari Rp1 juta per titik.

"Kalau nanti dapat dialokasikan kembali, maka akan dilakukan perbaikan. Tapi menurut saya itu tidak rusak, hanya kurang cahaya matahari saja," katanya. (*)


Penulis
: Rudi Afandi Simbolon
Editor
: Wilfred Manullang/Donna
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com