Bapenda Labuhanbatu Segel Papan Reklame Penunggak Pajak


529 view
Bapenda Labuhanbatu Segel Papan Reklame Penunggak Pajak
Foto: Dok/Zainul
DISEGEL: Petugas penertiban dari Bapenda Pemkab Labuhanbatu menyegel papan reklame HP merek ternama di Ajamu, ibukota Kecamatan Panai Hulu yang tidak taat membayar pajak, Senin (5/10/2020).

Labuhanbatu (SIB)

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu menyisir papan-papan reklame penunggak pajak. Papan iklan pengemplang pajak mulai dari kota Rantauprapat hingga ke kawasan pantai Labuhanbatu, disegel setelah ditegur. Kebanyakan papan reklame HP merek ternama.

"Penyegelan kita lakukan agar pemilik usaha atau pengusaha papan reklame segera membayar tunggakan pajak reklamenya," sebut Chandra Kirana selaku ketua tim penertiban dari Bapenda menjawab wartawan, Selasa (6/10/2020).

Upaya penertiban itu dilakukan juga untuk mendongkrak penerimaan dari sektor pajak reklame/iklan. Kemudian, untuk memberi efek jera kepada para pengusaha yang tidak taat pajak.

"Pajak merupakan kewajiban. Kita sudah bolak balik mengimbau pengusaha untuk membayar pajak reklamenya ke Bapenda, namun masih banyak pengusaha yang tidak taat pajak. Sehingga semua yang tidak taat kita tertibkan. Kita melakukan penyisiran mulai dari inti kota Rantauprapat hingga ke ibukota kecamatan," ungkapnya.

Tim penertiban ini bergerak dari Rantauprapat ke Sigambal Kecamatan Rantau Selatan, Aeknabara ibukota Kecamatan Bilah Hulu, Pangkatan, Negerilama ibukota Kecamatan Bilah Hilir hingga ke kawasan pantai, Ajamu ibukota Kecamatan Panai Hulu, Senin (5/10/2020), untuk menertibkan iklan-iklan 'nakal'.

"Iklan Handphone merek ternama banyak yang kita segel, bahkan dikoyak setelah pengusahanya tidak menggubris imbauan dan teguran kita dari Bapenda," sebutnya.

Hasil signifikan diperoleh saat penertiban. Beberapa pengusaha yang masih menunggak pajak iklan, berjanji akan segera melunasi tunggakannya.

"Ada juga yang memohon agar iklan usahanya tidak dirusak, tapi cukup disegel dengan diberi stiker saja. Itupun kita terima, asalkan tunggakan pajak reklamenya dilunasi," ujarnya.

Penertiban papan reklame itu menjadi perhatian warga. Setelah tahu papan reklame pengusaha disegel dan dirusak karena tidak membayar pajak, sejumlah warga mendukung penertiban tersebut.

"Ya, wajarlah disegel dan dirusak papan reklamenya kalau tidak bayar pajak. Pajak itu kan PAD yang akan digunakan pemerintah melakukan pembangunan," ujar Hasibuan, warga Sigambal. (*)

Penulis
: Efran Simanjuntak
Editor
: Robert@hariansib.com
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com