Bea Cukai Kualanamu Musnahkan Barang Sitaan Senilai Rp 421 Juta


327 view
Bea Cukai Kualanamu Musnahkan Barang Sitaan Senilai Rp 421 Juta
Foto.SIB/Lisbon Situmorang
POTONG : Kepala Kantor Bea Cukai Kualanamu, Elfi Haris memotong barang sitaan kamera untuk dimusnahkan, Selasa (24/11/2020) di Pantaicermin.
Pantaicermin (SIB)
Bea Cukai Kualanamu memusnahkan barang sitaan (hasil penindakan) yang dibawa penumpang maupun melalui pengiriman Pos dari Luar Negeri melalui Bandara Kualanamu selama Tahun 2020, senilai Rp 421.476.000, Selasa (24/11/2020) di Jalan Duane Desa Pantaicermin Kanan Kecamatan Pantaicermin Kabupaten Serdangbegai.

Barang sitaan yang dimusnahkan sebanyak 949 jenis di antaranya, adalah produk olahan makanan, berbagai macam obat-obatan, sex toys (mainan seks), alat kesehatan, kontak lensa, telepon seluler (ponsel), tablet, kamera bekas, pakaian, produk tekstil dan sparepart kenderaan.

Pemusnahan dengan cara dipotong dengan menggunakan mesin gerenda potong di antaranya alat elektronik dan sparepart kenderaan. Selanjutnya dibakar dengan cara menggali tanah sekira 2 meter, dilaksanakan dan disaksikan perwakilan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Kantor Kesehatan Pelabuhan I Medan, BPPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), perwakilan Maskapai dan Kantor Pos.

Kabid Penindakan dan penyidikan Kanwil Bea Cukai Sumut, Sodikin dalam sambutannya menegaskan bahwa pemusnahan merupakan wujud komitmen Bea Cukai sebagai revenue collector (pengumpul pendapatan) dan community protector (pelindung komunitas) untuk menjaga dan melindungi stabilitas industri dalam negeri terhadap maraknya produk-produk luar negeri yang dapat menghambat pertumbuhan industri, baik industri besar maupun industri kecil menengah (UKM).

Kepala Kantor Bea Cukai Kualanamu, Elfi Haris mengatakan bahwa pemusnahan itu sengaja dilakukan di Pantaicermin Kabupaten Serdangbedagai, karena asap pembakaran dari pemusnahan dapat mengganggu operasi penerbangan, jika dilakukan di areal Bandara Kualanamu.

Sebelumnya, Bea Cukai Kualanamu sudah mendapatkan persetujuan dari Menteri Keuangan melalui DJKN Nomor : S-242/MK.7/KN.5/2020 tanggal 10 November 2020. Disebutkan barang yang dimusnahkan adalah barang yang telah ditetapkan menjadi Barang Milik Negera (BMN) atas barang yang tidak dikuasai, dilarang dan dibatasi untuk diimport karena tidak memiliki izin dari instansi terkait dan atau melebihi dari batas ketentuan, selama periode kuartal I hingga III Tahun 2020. (*).

Penulis
: Lisbon Situmorang
Editor
: Robert@hariansib.com/bantors@hariansib.com
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com