DPRD SU Minta Menkes Segera Lengkapi Alkes Lima RS Rujukan Covid-19 di Sumut


289 view
DPRD SU Minta Menkes Segera Lengkapi Alkes Lima RS Rujukan Covid-19 di Sumut
Foto Dok/dr Tuahman Purba
dr Tuahman Purba

Medan (SIB)

Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Sumut dr Tuahman Purba meminta pemerintah pusat Cq Menkes RI untuk segera melengkapi alat-alat kesehatan di lima RS (rumah sakit) rujukan Covid-19 di Sumut, terutama dalam menegakkan diagnosa Covid-19 agar jangan lagi mengirim sample swab pasien terduga corona ke Medan.

"Seperti diketahui, lima RS rujukan Penanggulangan Penyakit Infeksi Emerging Tertentu, yakni RSUP H Adam Malik, RSU Kabanjahe, RSU Djasemen Saragih Pematangsiantar, RSUD Tarutung dan RSUD Padangsidimpuan, masih ada yang mengirim sampel swab pasien terduga Covid-19 ke Medan," ujar Tuahman Purba kepada wartawan, Selasa (1/9/2020), di DPRD Sumut.

Alasannya, kata anggota Komisi E ini, karena tidak ada alat untuk pemeriksaan swab RT PCR Covid-19 di RS rujukan tersebut. Tapi yang ada hanya alat TCM (Tes Cepat Molekuler) yang sebagian tak bisa digunakan, karena tak ada alat pendukungnya namanya cartridge, seperti RSU Kabanjahe, Siantar dan Sidempuan.

Akibatnya, tambah dokter spesialis anestesi ini, ketika ada pasien dari Tanah Karo dan daerah lainnya sampel swabnya tetap dikirim ke Medan, sehingga Satuan Tugas Pencegahan Covid-19 Sumut harus memonitor ini, jangan dibiarkan berlarut-larut tanpa ada fasilitas yang lengkap.

"Hal ini sangat penting, agar hasil swab jangan lagi ada yang keluar tiga sampai lima hari lamanya. Satgas Pencegahan Covid-19 Sumut harus tetap mengawasi dan memperhatikan standar operasional prosedur (SOP)-nya, sebab selama ini tak ada SOP yang jelas terhadap penanganan pasien suspek Covid-19. Beda RS beda penanganannya," tuturnya.

Berkaitan dengan itu, Tuahman mengingatkan pemerintah untuk memperjelas SOP untuk penderita atau suspek Covid-19 dengan keluhan batuk dan demam harus sama di setiap RS. Kemudian, hasil pemeriksaan Covid-19 harus segera dikeluarkan secepat mungkin.

Selain itu, katanya, bagi kelima RS rujukan tersebut harus terus membenahi fasilitas dan SOP dalam penanganan pasien positif Covid-19. Artinya, jika pasien Covid-19 meninggal di ruang isolasi, pihak RS harus segera mensterilkannya. Kemudian libatkan juga dokter forensik untuk penegakan diagnosa orang meninggal.(*).

Penulis
: Firdaus Peranginangin
Editor
: Robert@hariansib.com/donna@hariansib.com
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com