DPRD SU Minta Pemerintah Kaji Ulang Vaksinasi Covid-19


287 view
DPRD SU Minta Pemerintah Kaji Ulang Vaksinasi Covid-19
Foto Dok/Ronny Reynaldo Situmorang SH
Ronny Reynaldo Situmorang SH
Medan (SIB)
Anggota FP NasDem DPRD Sumut Ronny Reynaldo Situmorang meminta pemerintah mengkaji ulang pelaksanaan vaksinasi Covid-19 secara lebih komprehensif dan holistik agar tidak menimbulkan masalah baru di masyarakat. Sebab, banyak hal terkait vaksinasi belum diatur secara detail yang dikhawatirkan menimbulkan efek negatif di masyarakat.

"Memang pelaksanaan vaksinasi harus didukung untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, namun harus dilakukan kajian yang mendalam agar tidak membingungkan masyarakat," ujar Ronny Situmorang kepada wartawan, Senin (18/1/2021), melalui telepon terkait
pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Menurut Ronny, ada hal-hal yang perlu dikaji lebih dulu, karena belum komprehensif. Misalnya sampai hari ini Satgas Penanganan Covid-19 belum pernah mengeluarkan protokol mekanisme pelaksanaan proses vaksinasi, sehingga masih membingungkan semua pihak.

Selain itu, lanjutnya, masih banyak informasi yang simpang siur di masyarakat terkait vaksin tersebut. Seperti kondisi masyarakat yang tidak boleh menerima vaksin, yakni ibu hamil atau menyusui, memiliki penyakit ISPA, memiliki riwayat alergi, menderita penyakit kelainan darah, penyakit jantung, autoimun, ginjal, lansia dan lainnya.

Menurut Ronny, informasi dari sejumlah media menyebutkan, produsen vaksin Pfizer dan Sinovac menolak bertanggungjawab secara hukum, jika vaksin mereka bermasalah atau menyebabkan kegagalan di kemudian hari bagi penerima vaksin.

Hal ini, kata anggota Komisi D ini, harus menjadi pertimbangan, jika produsen tidak berani bertanggungjawab secara hukum maka siapa yang akan bertanggung jawab. Jangan nanti menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama adanya informasi vaksin ini menimbulkan efek bagi organ tubuh tertentu.

"Efek samping ini perlu dipelajari terlebih dahulu, tahapan kajian vaksin ini juga belum lengkap. Vaksin ini kan harapan, ibarat oase di padang gurun tapi kita juga harus hati-hati,” katanya. (*)

Penulis
: Firdaus Peranginangin
Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com