DPRD SU Sambut Positif Keluarnya SKB 4 Menteri tentang Belajar Tatap Muka Juli 2021


220 view
Foto Dok
Drs Baskami Ginting Ir Parlaungan Simangunsong ST IPMdr Poaradda Nababan SpB
Medan (SIB)

Kalangan DPRD Sumut menyambut positif SKB (Surat Keputusan Bersama) 4 menteri yang berencana melakukan belajar tatap muka secara terbatas pada Juli 2021, dengan syarat seluruh guru sudah divaksin serta pelaksanaanya tetap mematuhi Prokes (Protokol Kesehatan) Covid-19

Hal itu dikatakan Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting, Sekretaris FP Demokrat Parlaungan Simangunsong dan anggota Komisi E dr Poaradda Nababan kepada wartawan, Rabu (31/3/2021), di DPRD Sumut.

"Rencana pemerintah melakukan sekolah tatap muka secara terbatas sudah tepat, guna mengembalikan semangat anak didik belajar dalam suasana sekolah. Para orang tua wajib menyambutnya dengan baik, karena pelaksanaanya tentunya sudah steril dari bahaya Covid-19," ujar Baskami Ginting.

Apalagi, tambah politisi PDI Perjuangan Sumut ini, rencana sekolah tatap muka secara terbatas ini, kapasitas ruang kelas maksimal terisi 50 persen, durasi tatap muka cukup satu atau dua jam sehari dan seminggu cukup satu atau dua hari tatap muka.

“Dengan durasi tatap muka paling lama dua jam, berarti anak didik tidak diperbolehkan istirahat atau tidak ada jam istirahat, sehingga kecil kemungkinan terjangkitnya Covid-19," kata Baskami sembari menambahkan tentunya anak didik akan lebih semangat belajar.

Sementara itu, Parlaungan Simangunsong juga menegaskan, pembukaan sekolah dengan sistem pembelajaran tatap muka sangat dimungkinan, jika tingkat kasus positif Covid-19 sudah menurun, sehingga diharapkan Disdik Sumut segera memetakan daerah mana saja yang sudah berada pada zona hijau virus Corona.

"Saya sangat setuju sekolah tatap muka dibuka Juli mendatang. Asalkan angka positif Covid-19 sudah berada di level terendah, sehingga para orang tua merasa aman untuk melepas anak-anaknya belajar ke sekolah," tegas Sekretaris Komisi D ini.

Berkaitan dengan itu, Parlaungan mendorong seluruh sekolah untuk mempersiapkan rencana sekolah tatap muka secara terbatas ini sekaligus mengantisipasi, apabila ada orang tua yang menolak anaknya ikut serta dalam sekolah tatap muka, tentunya harus melakukan pembelajaran secara virtual.

"Tentu akan ada orang tua yang belum menginginkan anaknya sekolah secara tatap muka dan sebagian pasti ada juga yang setuju. Disini pihak sekolah harus bisa mengantisipasinya dengan menyiapkan pembelajaran tatap muka dan sebagian secara virtual," ujar Parlaungan senada dengan Poaradda.

Ditambahkan Poaradda Nababan, dari hasil reses anggota dewan ke sejumlah kabupaten/kota, mayoritas orang tua menginginkan sekolah secara tatap muka dengan menerapkan Prokes Covid-19, karena mereka kuatir anaknya semakin bodoh serta terpengaruh dengan lingkungan jika tetap beajar secara virtual.(*).
Penulis
: Firdaus Peranginangin
Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com