Disdik Deliserdang Akui Pelajar SD Viral di Medsos Curhat Belajar Online


398 view
(Dok/Screenshot)
DIABADIKAN: Dua pelajar SDN 107415 Kecamatan Batangkuis yang viral di medsos,  curhat soal penerapan belajar online selama pandemi Covid-19 melalui lagu diabdikan melalui screenshot video, Senin (15/2/2021).
Lubukpakam (SIB)
Dinas Pendidikan (Disdik) Deliserdang mengakui dua pelajar Sekolah Dasar (SD) sedang viral di media sosial (medsos) bernyanyi menggunakan gitar tentang curahan hati (curhat) penerapan belajar online selama pandemi Covid-19. Kedua pelajar itu duduk di kelas IV di SDN 107415, Kecamatan Batangkuis, tapi lokasi perekaman bukan dilakukan di sekolah tersebut.

"Iya benar siswa kita yang dua orang itu dan kita sudah tahu video itu. Kedua siswi itu kelas IV di SDN 107415 Batangkuis dan bukan kakak beradik melainkan mereka berteman. Namanya belum tahu kita. Kepala sekolahnya Ibu Herina Sulfani juga membenarkan dan menyebut perekaman video bukan di lokasi sekolah namun di lokasi lain," kata Kadis Pendidikan Deliserdang melalui Kabid Pembinaan SD, Samsuar Sinaga melalui telepon genggam di Lubukpakam, Senin (15/2/2021).

Dijelaskan, kedua pelajar itu sudah sangat kreatif. Sudah sering buat video Tik Tok dan kegiatan lainnya. Lokasi perekaman diketahuinya di salah satu sekolah swasta di Batangkuis.

"Jadi orangtua salah satu siswi bekerja di kantin sekolah swasta. Jadi kedua anak itu ikut ibu bapaknya di sekolah itu. Jadi kalau guru home visit datang ke sekolah swasta itu. Dan perekaman curhat belajar online diketahui dilakukan di lingkungan sekolah itu," terang Samsuar.

Menurutnya, tanggapan dari dinas soal video itu dalam pembelajaran bukan hanya pengetahuan. Tapi mengembangkan potensi menjadi kompetensi. Ada 4 potensi anak yaitu pikir, rasa, raga dan potensi hati.

"Dalam pandemi ini mungkin potensi pikir tidak maksimal karena pelajaran tak tersampaikan sepenuhnya. Dan potensi yang lain bisa berkembang, seperti video viral timbul potensi rasa, hati dan raga," kata Samsuar.

Disinggung lirik lagu soal bantuan yang tidak diperoleh dalam video itu, Samsuar mengganggap itu sebagai seni dalam lagu. Disebut dalam seni tak sepenuhnya bisa benar, sebab bisa saja kan ungkapan ekspresi hati. Di mana sudah sangat ingin untuk sekolah tatap muka dan berjumpa dengan teman-temannya.

"Kedua anak nyanyi itu kan ungkapan seni akibat kerinduan untuk bersekolah dalam tatap muka. Kreatifitas selalu muncul, ubah potensi dalam kompetensi," kata Samsuar.

Dalam video itu terlihat kedua pelajar SD bernyanyi menggunakan seragam sekolah. Satu orang terlihat bermain gitar dan satu orang lainnya menyanyikan lagu.

Di dalam lirik lagu yang mereka nyanyikan, terdapat keluhan terhadap proses belajar online. Mereka mempertanyakan sampai kapan belajar online akan berlangsung.

Selain itu, lirik lagu tersebut membahas soal bantuan. Dalam lirik disebut, mereka mengaku tidak pernah mendapat bantuan.

Berikut lirik lagu yang dinyanyikan kedua siswi itu:

Pak Presiden yang kami hormati
Sampai kapan harus begini
Belajar online ini
Handphone kami harus beli
Duit juga susah dicari
Kok jadi begini

Katanya rakyat dapat bantuan
Tetapi kami nggak kedapatan
Apa emang pilih-pilih
Kami ini masih kecil
Tak tau soal politik
Tapi emang kenyataan
Banyak yang nggak kedapatan.(*)

Penulis
: Jekson Turnip
Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com