Ditangkap Densus 88, Penjual Bandrek Terduga Teroris di Marelan Sempat Berteriak Minta Tolong


654 view
Ditangkap Densus 88, Penjual Bandrek Terduga Teroris di Marelan Sempat Berteriak Minta Tolong
Foto SIB/Pally S
Rumah Kontrakan : Rumah kontrakan DL terduga teroris di kawasan Jalan Andansari, Marelan, Sabtu (20/3/2021) tampak sepi, setelah pria tersebut ditangkap pihak Densus 88 Anti Teror, Jumat subuh (19/3/2021).
Belawan (SIB)
Terduga teroris, DL (50) warga Jalan Andansari, Lingkungan 18, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan sempat berteriak minta tolong, saat ditangkap petugas Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror, tidak jauh dari rumah kontrakannya, saat sedang berjalan kaki untuk menjalankan ibadah subuh hari.
Hal tersebut dikatakan sejumlah tetangga DL, yang ditanyai wartawan, Sabtu (20/3/2021). Teriakan tersebut mengundang perhatian, sehingga pada Jumat subuh (19/3/2021) banyak warga keluar rumah, karena menduga di sekitar tempat tinggal mereka terjadi aksi perampokan.
Sejumlah warga yang coba mendekat, dengan tegas dilarang oleh sejumlah pria yang melakukan penangkapan, dengan mengatakan bahwa mereka adalah petugas kepolisian.
"Sempat berteriak minta tolong, kami keluar rumah, tapi tidak dibolehkan mendekat, para pria yang menangkapnya mengaku polisi, semula kami menduga ada korban perampokan," ujar salah seorang warga kepada wartawan.
Warga juga mengatakan, mereka tidak menyangka kalau DL merupakan terduga teroris, karena pria yang sehari-harinya membuka usaha pangkas, dan berjualan bandrek serta jamu bersama istrinya tersebut, kesehariannya tidak menunjukkan hal mencurigakan atau adanya tanda-tanda ia terkait dengan gerakan terorisme.
Bahkan menurut Kepala Lingkungan 18, Kelurahan Terjun, Halimah, selama ini DL yang dulunya tinggal di kawasan Bulu Cina, Hamparan Perak, dan saat ini sudah tercatat sebagai penduduk di Kelurahan Terjun, selalu aktif dan ikut menjadi pengurus dalam kegiatan gotong royong maupun jika ada acara keagamaan di rumah ibadah.
Warga di sekitar kediaman DL juga mengatakan, DL kerap bepergian tetapi tidak pernah lama, beberapa jam atau kadang sore hari sudah berada di tempat usaha yang sekaligus merupakan rumah kontrakannya.
"Sesuai kartu rumah tangganya, warga saya itu memilik seorang istri, empat orang anak, tiga perempuan dan seorang laki-laki, dia membuka usaha pangkas, dan malam hari berjualan bandrek dan jamu bersama istrinya," ujar Kepala Lingkungan 18 kepada wartawan.
Kepala Lingkungan 18 juga mengatakan, setelah pihak Densus 88 Anti Teror melakukan pengeledahan di rumah kontrakan DL, ada sejumlah barang yang disita, di antaranya sejumlah buku, senjata tajam dan beberapa benda lainnya.
Pantauan wartawan, setelah dilakukan pihak Densus 88 melakukan penangkapan, situasi rumah kontrakan DL yang pada bagian depan terdapat spanduk bertuliskan, "Pangkas Amanah", "Jasa Service Kompor Gas", dan "Kedai Bandrek Amanah Memakai Jahe Merah", pada Sabtu pagi tampak lengang, pintu depan tertutup rapat.
Selain DL seorang warga terduga teroris yang berdomisili di kawasan Pasar 4 Barat, Kecamatan Medan Marelan, juga dikabarkan ditangkap pihak Densus 88 Anti Teror.(*)

Penulis
: Pally S
Editor
: bantors@hariansib.com
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com