Dua Pengedar Sabu dan Pemilik Rumah Ditangkap Polisi


492 view
Dua Pengedar Sabu dan Pemilik Rumah Ditangkap Polisi
Foto: Dok/Martualesi Sitepu
PENGEDAR DAN PEMAKAI SABU: Kanit Idik 1 Satresnarkoba Polres Labuhanbatu Ipda Sarwedi Manurung menginterigasi 2 tersangka pengedar dan pemilik rumah yang ditangkap dari Dusun Binaan Pasar II Desa Kelapa Sebatang Kecamatan Kualuh Leidong Labura, Kamis (25/3/2021), di kantor Satresnarkoba, Jalan MH Thamrin Rantauprapat.
Labuhanbatu (SIB)
Tim Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu menangkap 2 pengedar sabu di Desa Kelapa Sebatang Kecamatan Kualuh Leidong Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Rabu (24/3/2021). Pemilik rumah transaksi narkoba itu yang juga pemakai sabu, ikut diringkus polisi.

"Dua pengedar narkoba dan pemilik rumah yang juga pemakai sabu ini ditangkap atas pengaduan masyarakat melalui aplikasi nomor layanan Hotline Satresnarkoba Polres Labuhanbatu," kata Kasat Reserse Narkoba AKP Martualesi Sitepu kepada wartawan melalui WhatsApp, Kamis (25/3/2021) sore.

Martualesi Sitepu menyebut, sebelumnya ada pengaduan masyarakat melalui nomor layanan hotline Satresnarkoba tentang maraknya peredaran sabu di kampungnya, Desa Kelapa Sebatang.

"Bandar sabu yang ada di kampung saya yang kini sedang merajalela, Kecamatan Kualuh Leidong Desa Kelapa Sebatang, yang saat ini sedang banyak orang jual sabu di kampung saya. Saya hanya bisa bagi informasi. Tolong bantu kampung kami, Pak," tulis warga pengadu.

Menindaklanjuti laporan warga, tim Unit Idik 1 Satresnarkoba dipimpin Kanit Ipda Sarwedi Manurung turun ke lokasi sasaran, Rabu 24 Maret 2021. Tim menangkap 3 pria dari satu rumah di Dusun Binaan Pasar II Desa Kelapa Sebatang.

Pria LS alias Bajang (31), warga Teluk Pulai Dalam, BS alias Ibas (29), buruh bongkar muat SPSI, warga Lorong 1 Dusun Purwosari dan pemilik rumah TKP penangkapan SM alias Midit (39), telah ditetapkan tersangka dan ditahan.

"Dari ke tiga tersangka juga disita barang bukti satu plastik klip berisi serbuk diduga sabu berat 0,16 gram, dua plastik klip kosong, satu bong dan kaca pireks serta dua unit Handphone," ungkap Martualesi.

Kasat menambahkan, informasi dari para tersangka, pemasok sabu berinisial U. "Namun tidak berhasil dikembangkan karena U diduga sudah mengetahui penangkapan kaki tangannya," katanya.

Dari pengembangan kasus, tersangka LS alias Bajang merupakan residivis narkoba yang pernah dipenjara selama 6 tahun pada 2016 dan baru bebas Oktober 2020. Sedangkan BS alias Ibas pernah dipenjara 1 tahun dalam perkara pencurian tahun 2011.

"Sedangkan tersangka SM alias Midit yang memanfaatkan rumahnya sebagai tempat transaksi narkoba dengan upah dapat memakai sabu dari ke dua tersangka," ungkapnya.

Kasat menyebut 3 tersangka dipersangkakan melanggar pasal 114, Subsider pasal 112 juncto pasal 132 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (*)

Penulis
: Efran Simanjuntak
Editor
: Robert/Eva Rina P
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com