Dua Tersangka Pembunuhan Berencana di Nias Terancam Hukuman Mati


567 view
Dua Tersangka Pembunuhan Berencana di Nias Terancam Hukuman Mati
SIB/Riswan H Gultom
KETERANGAN PERS: Kapolres AKBP Deni Kurniawan (2 kanan) didampingi Kompol Yafao Harefa, AKP SK Harefa, Iptu Martua Manik, Iptu Y Lase, Bripka Restu Gulo menyampaikan keterangan pers kepada wartawan, Selasa (14/7/2020) 
Gunungsitoli (SIB)
Dua tersangka pelaku pembunuhan berencana OG dan BG terhadap korban Jhonius Gea Warga Somi, Kecamatan Gido pada Kamis (9/7/2020) lalu di Desa Biouti Timur, Kecamatan Idanogawo Nias terancam hukuman mati.

Hal itu disampaikanKapolres Nias, AKBP Deni Kurniawan SIK dalam konferensi pers, Selasa (14/7/2020).

Pada kejadian tersebut, pelaku juga menganiaya Filemo Gea (45) yang merupakan saudara Jhonius Gea, hingga dirawat di rumah sakit.

Dijelaskan, kejadian berlangsung Rabu tengah malam. Kedua pelaku berkunjung ke rumah warga Yobedi Gea mengikuti malam gembira menyambut acara pesta.

Pelaku bersama rekannya minum tuak suling sambil menikmati lagu yang diputar. Sekitar pukul 00.30 WIB kedua korban datang menggunakan sepedamotor. Korban Filemon Gea yang saat itu mengatakan kegiatan malam itu luar biasa ternyata membuat tersangka OG merasa tersinggung.


OG langsung berdiri dan menghunus pisau yang terselip di pinggangnya lalu menusuk dada kanan Filemon hingga dua kali. Selanjutnya OG lari ke dalam rumah, namun dikejar korban Jhonius. Namun naas, Jhonius justeru ditikam di bagian dada. Lalu tersangka BG datang dan turut membantu menikam Jhonius di bagian punggung berkali kali hingga korban jatuh bersimbah darah.

Kapolres menjelaskan, pelaku OG diduga memiliki rasa dendam kepada korban dimana pada tahun 2016 lalu OG meminta Jhonius menebang pohon miliknya yang tumbuh miring ke arah rumah orangtua OG, namun korban menolak. Kemudian OG menduga Jhonius mengguna-guna orangtuanya hingga meninggal.

"Para tersangka dijerat pembunuhan berencana, pasal 340 Subs 338 dan 170 Subs 351 ayat 3, 2 KUHPidana dengan ancaman hukuman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau kurungan maksimal 20 tahun," jelas Kapolres. (*)




Penulis
: Riswan H Gultom
Editor
: Robert@hariansib.com
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com