FKPPN Sumut Desak Kementerian BUMN Segera Bayar SHT 17.179 Karyawan Purnakarya PTPN II

Jika Rp798,207 Miliar SHT Tidak Dibayar, Ribuan Massa Purnakarya "Ancam" Turun ke Jalan

441 view
Foto SIB/Firdaus Peranginangin
Pencairan SHT:  Ketua, Sekretaris dan Wakil Ketua  DPW FKPPN Sumut Josian Tarigan, Syamsul Bahri dan Heru Pradoyo memberikan keterangan  kepada wartawan, Minggu (20/12/2020) di Medan, terkait dengan tuntutan 17.179 karyawan purnakarya PTPN II terhadap pencairan SHT.
Medan (SIB)
DPW (Dewan Pimpinan Wilayah) FKPPN (Forum Komunikasi Purnakarya Perkebunan Nusantara) Sumut mendesak Kementerian BUMN Cq Dirut PTPN III Holding untuk segera membayar SHT (Santuan Hari Tua) terhadap 17.179 karyawan purnakarya PTPN II yang nilai totalnya secara keseluruhan sebesar Rp798,207 miliar, karena SHT itu sangat dibutuhkan para purnakarya disaat pandemi Covid-19 ini.

Desakan itu ditegaskan Ketua, Sekretaris dan Wakil Ketua DPW FKPPN Sumut Josian Tarigan, Syamsul Bahri dan Heru Pradoyo kepada wartawan, Minggu (20/12/2020) di Medan, seusai menggelar pertemuan antara perwakilan karyawan purnakarya PTPN II membahas masalah macetnya pencairan SHT tersebut.

Menurut Josian, berdasarkan data yang diperoleh FKPPN Sumut, hingga tahun 2019, sedikitnya 17.179 karyawan purnakarya PTPN II yang terdiri dari, pimpinan 640 orang dan karyawan pelaksana sebanyak 16.539 orang hingga saat ini belum mendapatkan SHT yang nilai totalnya sebesar Rp798, 207 miliar.

Padahal, tambahnya, SHT karyawan PTPN lainnya yang juga dipimpin oleh Dirut PTPN III Holding, seperti PTPN III, PTPN IV dan PTPN V, sudah dibayar secara tuntas. Sementara, karyawan purnakarya PTPN II belum juga terealisasi hingga saat ini, sehingga para purnakarya merasa resah dan kecewa atas kebijakan tersebut.

"Kementerian BUMN Cq Dirut PTPN III Holding, hendaknya jangan pilih kasih atau ada anak tiri dan anak kandung dalam pembayaran SHT karyawan purnakarya, karena SHT tersebut merupakan hak seluruh karyawan untuk mendapatkannya," tandas Josian senada dengan Syamsul Bahri.

Josian, Syamsul dan Heru Pradoyo menegaskan, SHT tersebut saat ini sangat dibutuhkan dan ditunggu para karyawan purnakarya PTPN II, karena di masa pandemi Covid-19 ini, hampir semua lapisan masyarakat khususnya para pensiunan perkebunan menghadapi kesulitan perekonomian yang sangat besar.

Berkaitan dengan itu, Josian kembali mendesak Kementerian BUMN Cq Dirut PTPN III Holding untuk segera membayar SHT karyawan purnakarya tersebut, jangan sampai massa pensiunan turun ke jalan memprotes sikap para pemangku kebijakan di perusahaan BUMN tersebut.

Diaku Josian, Syamsul dan Heru, jika Kementerian BUMN Cq Dirut PTPN III Holding tidak juga menyahuti tuntutan 17.179 karyawan purnakarya PTPN II untuk membayar SHT, direncanakan ribuan orang "mengancam" akan turun ke jalan menuntut hak-hak mereka segera dicairkan.(*).

Penulis
: Firdaus Peranginangin
Editor
: Robert/Eva Rina P
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com