HUT ke 75 RI, Pangulu Mekar Sari Raya Ajak Semua Pihak Peduli Terhadap Nilai-nilai Kemerdekaan


410 view
HUT ke 75 RI, Pangulu Mekar Sari Raya Ajak Semua Pihak Peduli Terhadap Nilai-nilai Kemerdekaan
Pangulu Mekar Sari Raya Juni Hartono
Simalungun (SIB)
Memperingati hari yang paling bersejarah bagi seluruh rakyat Indonesia yang berulang tahun ke 75, Pangulu Mekar Sari Raya Juni Hartono mengajak semua pihak peduli terhadap nilai-nilai kemerdekaan.

Hal tersebut disampaikan kepada hariansib.com, Jumat(14/8/2020) di kantor pangulu Mekar Sari Raya, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun.

Menurutnya, momen bersejarah ini, alangkah baiknya putra-putri bangsa baik para pemimpin, pejabat, pengusaha, wiraswasta, aparatur sipil negara, petani dan seluruh lapisan masyarakat bisa memahami dan menjalani nilai-nilai kemerdekaan yang mengacu kepada Sumpah Pemuda. Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk menggapai kemerdekaan Republik Indonesia yang bersatu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI), masih banyak yang melupakan sejarah perjuangan para pahlawan yang telah gugur di medan perang.

"Saat ini, mustahil bilamana ada seseorang yang rela mengorbankan nyawanya, rela korbankan istrinya jadi janda, rela korbankan anak-anaknya menjadi yatim piatu demi masa depan orang lain. Dan ini semua sangat sulit ditemukan saat ini.
Namun, ini lah tingkat pengabdian tertinggi bagi seorang manusia untuk mencapai sesuatu dengan mengorbankan segalanya demi masa depan generasi penerusnya. Sehingga itulah yang disebut pejuang pahlawan kemerdekaan. Karena, sebaik apa pun yang kita lakukan saat ini, belumlah sebanding dengan apa yang dilakukan para leluhur untuk kita untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia," ujarnya.

Lanjut Juni, Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928 di Batavia jelas disebutkan bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia. Kemudian, berbangsa satu, yaitu bangsa Indonesia. Serta berbahasa satu, bahasa Indonesia. Hal ini merupakan salah satu tonggak sejarah bangsa Indonesia dalam mengawali kesadaran kebangsaan.

"Kemudian, dengan perjuangan yang penuh pengorbanan akhirnya tercapai pada 17 Agustus 1945, tercetuslah Proklamasi yang diserukan oleh Soekarno-Hatta. Dan sebagai dasar Negara Indonesia adalah Pancasila. Harta, darah dan nyawa tak dapat dipisahkan dari perjuangan para leluhur untuk meraih kemerdekaan kita," sebutnya..

Karenanya, Juni mengajak seluruh putra-putri Indonesia benar-benar bangga menjadi rakyat Indonesia, bangga menjadi bangsa Indonesia serta berpedoman dengan nilai-nilai kemerdekaan. Sehingga, putra-putri terbebas dari penindasan (penjajahan), mampu berkuasa atas negara ini dan tidak memberikan kekuasaan kepada bangsa lain dan tidak terlepas dari peraturan yang harus ditaati..(*)
Penulis
: Revado Marpaung
Editor
: wilfred@hariansib.com
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com