Jaksa Eksekusi 2 Terpidana Korupsi Pungli Fee Proyek RSUD Rantauprapat


642 view
Jaksa Eksekusi 2 Terpidana Korupsi Pungli Fee Proyek RSUD Rantauprapat
Foto SIB/Efran Simanjuntak
DIEKSEKUSI: Kasi Pidsus Kejari Labuhanbatu Noprianto Sihombing SH bersama tim jaksa mengekseksi 2 terpidana korupsi/pungli fee proyek pembangunan Gedung D RSUD Rantauprapat, Paisal Purba mantan Plt Kadis Perkim Labuhanbatu dan stafnya, Jefri Hamsyah, untuk menjalani hukuman 1 tahun penjara di Lapas Kelas IIA Rantauprapat, Kamis (25/3).
Rantauprapat (SIB)
Jaksa tindak pidana khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu mengeksekusi 2 terpidana korupsi proyek pembangunan RSUD Rantauprapat, Kamis (25/3/2021).

Mantan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP atau Perkim) Kabupaten Labuhanbatu Paisal Purba bersama stafnya, dieksekusi jaksa ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Rantauprapat untuk menjalani hukuman.

"Penuntut umum selaku eksekutor telah melakukan eksekusi terhadap terpidana korupsi, Paisal Purba dan Jefri Hamsyah," kata Kajari Labuhanbatu Kumaedi SH didampingi Kasi Pidsus Noprianto Sihombing SH dan Kasi Intelijen Syahron Hasibuan SH, saat konferensi pers, di kantor Kejari Labuhanbatu, Jalan Sisingamangaraja Rantauprapat.

Kajari Kumaedi menyebut Paisal Purba (43) dan Jefri Hamsyah (44), divonis terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi, melanggar pasal 11 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana, dan dijatuhi hukuman pidana penjara selama 1 tahun dan denda Rp50 juta subsider 1 bulan penjara, oleh hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) PN Medan, Kamis 21 Januari 2021.

"Korupsinya terkait pungli (pungutan liar) pada pembangunan Gedung D RSUD Rantauprapat, tapi terpidana Plt Kadis Perkim," jelas Kajari.

Kasi Pidsus Noprianto Sihombing menambahkan, Paisal dan Jefri terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara, Senin 2 Maret 2020 di Cafe Millenial Jalan Sisingamangaraja Rantauprapat.

Sebelum tertangkap, siang itu, Paisal Purba menyuruh supirnya dan Jefri mengambil uang dan cek dari Ilham Nasution selaku pelaksana rekanan PT Telaga Pasir Kuta yang mengerjakan proyek pembangunan Gedung D RSUD Rantauprapat senilai Rp28 M lebih.

"Barang bukti hampir senilai Rp1,5 miliar. Uang tunai Rp40 juta dan selembar cek Bank Sumut senilai Rp1.445.000.000 yang bisa dicairkan tanggal 15 Maret 2020 atas nama perusahaan PT TPK," sebutnya.

Setelah divonis, Paisal dan Jefri Hamsyah menerima putusan tersebut. Kemudian salinan putusan dari PN Tipikor Medan turun ke Kejari Labuhanbatu, dan ditindaklanjuti Kajari dengan menyurati kedua terpidana.

"Kedua terpidana memenuhi panggilan secara korperatif dan datang ke kejaksaan untuk dieksekusi. Eksekusi dilakukan sesuai SOP dan standar protokol Covid-19. Setelah diswab antigen, keduanya sudah diantar ke Lapas Kelas IIA Rantauprapat untuk menjalani hukuman selama 1 tahun dikurangi masa tahanan yang telah dijalani," jelas Noprianto.

Kasi Pidsus meminta masyarakat melaporkan tindak pidana korupsi seperti pungli dan pemerasan yang dilakukan ASN atau penyelenggara negara.

"Jika ada yang coba-coba melakukan pungli atau pemerasan terhadap kontraktor atau siapa pun dari penyelenggaraan negara, laporkan ke Kejari Labuhanbatu, supaya kita tindak," ujarnya. (*)

Penulis
: Efran Simanjuntak
Editor
: Robert
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com