Jalinsum Torgamba-Riau Macet Panjang Hingga Mengular 40 Km


432 view
Jalinsum Torgamba-Riau Macet Panjang Hingga Mengular 40 Km
Foto:SIB/Rudi Afandi Simbolon
Berlapis: Kemacetan panjang di Jalinsum Torgamba-Riau tepatnya di Desa Sei Kebara- Desa Torgamba, Kecamatan Torgamba Kabupaten Labusel, mengakibatkan kenderaan berlapis-lapis dan mengantre puluhan jam, Jumat (25/9/2020).
Torgamba (SIB)
Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel)-Riau mengalami kemacetan panjang hingga mengular sepanjang 40 kilometer.

Kepada wartawan Jumat (25/09/2020), seorang pengendara yang melintas, Samsuten Ritonga warga Kelurahan Kotapinang mengatakan, kemacetan panjang hingga mengular itu sudah berlangsung dua hari sejak Rabu (23/9/2020) malam, pukul 21.00 WIB, sampai saat ini. Kenderaan sama sekali tidak dapat melintas, baik dari arah Pekanbaru menuju Medan dan sebaliknya.

“Diperkirakan sudah sepanjang 50 kilometer. Saya terjebak macet ini hampir 30 jam lamanya. Sudah banyak pengendara di sini yang kelaparan,” kata Samsuten.

Dikatakan, kemacetan tersebut disebabkan proyek pembangunan jalan yang sedang dikerjakan dan diperparah adanya kenderaan yang rusak tidak jauh dari lokasi pekerjaan proyek itu.

“Parahnya, tidak ada akses jalur alternatif di sekitar lokasi tersebut, sehingga pengendara terpaksa mengantre berlapis-lapis hingga puluhan jam lamanya. Mulai dari semalam hingga saat ini,” katanya.

Kanit Lantas Polsek Torgamba, Iptu Amlan yang dikonfirmasi mengatakan, saat ini kemacetan sudah bisa diurai. Sejak pukul 07.00 WIB pagi, petugas Unit Lantas Polsek Torgamba telah melakukan pengaturan kelancaran arus lalu lintas di wilayah itu.

“Mulai pagi tadi kemacetan sudah bisa di urai. Saat ini sudah mulai lancar. Kasat Lantas Polser Labuhanbatu juga turun langsung untuk mengurai kemacetan itu,” katanya.

Dia mengakui, kemacetan jalan itu disebakan adanya pengerjaan proyek pengecoran badan jalan yang sedang berlangsung.

“Kalau untuk menyediakan jalan alternatif agar tidak terjadi kemacetan itu merupakan wewenang perusahaan yang mengerjakan proyek. Kita tetap mengupayakan agar kemacetan panjang tidak terjadi lagi,” katanya. (*)

Penulis
: Rudi Afandi Simbolon
Editor
: wilfred@hariansib.com/donna@hariansib.com
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com