Kejatisu Awasi Pemprovsu Dalam Penggunaan Anggaran Covid-19

Kajatisu Tunjuk Dua Jaksa Koordinator Pantau Kegiatan Gustu


390 view
Kajatisu Tunjuk  Dua Jaksa Koordinator  Pantau Kegiatan Gustu
Sulselsatu
Ilustrasi
Medan (SIB)
Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) berharap penggunaan dana
anggaran dalam penanganan penanggulangan bencana virus Corona atau Covid-19 di Pemprovsu, dapat berjalan sesuai dengan peruntukan dan tepat sasaran. Kejatisu akan memantau dan
mengawasi pelaksanaan kegiatan penggunaan anggaran Covid-19 tersebut.

Kasipenkum Kejatisu Sumanggar Siagian menyampaikan hal itukepada wartawan, Senin (27/4/2020), ketika ditanyakan peran Kejatisu terkait kegiatan penggunaan anggaran dalam penanggulanganCovid 19 di Pemprovsu yang disebut sebut mencapai Rp 1,5 triliun yang dicairkan secara bertahap sesuaipenggunaannya, sebagaimana diberitakan media.

“Ya benar dalam penggunaan anggaran untuk Covid - 19, Kejatisu ikut mengawal dan mengawasi seluruh kegiatan terkaitpenggunaan anggaran tersebut “,kata Sumanggar.

Bahkan kata dia, dalammengawasi kegiatan Pemprovsu terkait penggunaan anggaranpenanggulangan Covid-19, Kajatisu telah menghunjuk dua jaksakoordinator yaitu Ismail Otto dan Kusuma Jaya Bulo ikut memantau
kegiatan Gugus Tugas (Gustu) di Pemprovsu.

Wakajatisu Ikut Rakor
Kasipenkum Kejatisu menginformasikan, bahwa dalam Rakor Rancangan Anggaran Penanganan Covid - 19 yang berlangsung Senin(27/4-2020) di Pendopo Rumah Dinas Gubsu, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut
(Wakajatisu) Sumardi SH MH juga ikut hadir.

Disebutkan, pada kesempatanitu Wakajatisu menyampaikan agar semua kegiatan penggunaan anggaranbenar - benar dilaksanakan, tidak menyimpang tetapi tepat sasaran.

Lebih lanjut Kasipenkum mengatakan, pada saat Rakor
yang dihadiri unsur Forkopimda Sumut itu, Wakajatisu juga
mengingatkan bahwa tuntutan hukuman tindak pidana korupsi terkait dana bencana adalah sangat berat. Demikian halnya masa daluwarsanyasuatu kasus dugaan korupsi dana bencana juga cukup lama yaitu sampai 18 tahun. Artinya hingga 18 tahun lamanya kasus korupsi dana bencanatersebut masih tetap bisa diusut. Namun Wakajatisu optimis, jika Gubernur dan seluruh perangkatnya benar dalam menjalankan tugasnya maka akan terhindar dari tindak pidanakorupsi (Tipikor).(*)




Penulis
: Martohap Simarsoit
Editor
: Robert Banjarnahor
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com