Kapolres Toba Didesak Tangkap Pengusaha Tambang Batu Hancuri Perbukitan Danau Toba


265 view
Foto Dok
Ir Parlaungan Simangunsong ST IPMZeira Salim Ritonga SEViktor Silaen SH
Medan (hariansib.com)

Kalangan anggota DPRD Sumut mendesak Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak untuk segera memerintahkan Kapolres Toba menangkap pengusaha tambang batu ilegal yang menghancuri perbukitan tepian Danau Toba, persisnya di kawasan Desa Horsik, Kecamatan Ajibata, hingga Desa Siregar Aeknalas, Kecamatan Uluan, Kabupaten Toba.

Desakan itu disampaikan Sekretaris Komisi D DPRD Sumut Parlaungan Simangunsong, Wakil Ketua Komisi B Zeira Salim Ritonga dan anggota Komisi E yang juga anggota dewan Dapil wilayah Tapanuli Viktor Silaen kepada wartawan, Senin (12/4/2021), di DPRD Sumut menanggapi pemberitaan terkait masih beroperasinya tambang batu di perbukitan Danau Toba.

"Benar-benar hebat dan kebal hukum pengusaha galian C atau tambang batu perusak perbukitan Danau Toba. Tidak peduli dengan teriakan kita agar menghentikan kegiatannya menghancuri bukit Danau Toba," kata Parlaungan senada dengan Viktor Silaen.

Bahkan para pengusaha ilegal ini terkesan tidak takut terhadap aparat penegak hukum maupun pemerintah, kata Zeira Salim. Terbukti aktivitas tambang tetap berlangsung dan hasil produksinya mencapai puluhan truk setiap harinya dijual ke sejumlah daerah di Kabupaten Toba, tidak pernah ada tindakan.

"Benar-benar aneh, pengusaha galian C ilegal secara terang-terangan dengan bebasnya merusak lingkungan Danau Toba tidak pernah ditindak. Padahal pemerintah pusat dan daerah terus mendengung-dengungkan kawasan itu sebagai destinasi superprioritas pariwisata yang harus dijaga kelestariannya," tegas Viktor.

Yang paling disesalkan, tambah Zeira dan Parlaungan, instansi pemerintah yang paling berkompeten menjaga kawasan Danau Toba, seperti Dishut (Dinas Kehutanan Sumut), DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Sumut, Dinas ESDM (Energi Sumber Daya Mineral) Sumut dan Kabupaten Toba justru tidak ada usaha mencegahnya, seolah-olah tutup mata atas perusakan ini.

"Sangat mengecewakan, sejumlah instansi itu seolah-olah tidak peduli akan tugasnya dengan membiarkan galian C atau penambang batu menghancuri Danau Toba. Padahal Pemerintah Pusat dan Pemprov Sumut sedang giat-giatnya membangun kawasan Danau Toba menjadi kawasan strategis pariwisata nasional serta "mati-matian" berusaha agar UNESCO menetapkan Kaldera Toba Sebagai Global Geopark," ujar Zeira.

Berkaitan dengan itu, tegas Parlaungan, Viktor dan Zeira, pihaknya meminta Kapolda Sumut segera memerintahkan Kapolres Toba menangkap pengusaha tambang batu ilegal sekaligus menghentikan seluruh kegiatannya merusak perbukitan Danau Toba.(*).

Penulis
: Firdaus Peranginangin
Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com