Kecewa, Ratusan Nama Warga Kelurahan Gambir Baru Asahan Hilang dari Daftar Penerima BST


438 view
Kecewa, Ratusan Nama Warga Kelurahan Gambir Baru Asahan Hilang dari Daftar Penerima BST
(FotoSIB/Mangihut Simamora)
TIDAK TERIMA BST : L Siburian dan MD Sinaga, keduanya warga Kelurahan Gambir Baru yang tidak menerima dana BST lagi karena nama mereka hilang dari daftar penerima BST, Selasa (13/4/2021).
Kisaran (harianSIB.com)

Warga Kelurahan Gambir Baru Kecamatan Kisaran Timur Kabupaten Asahan mengaku kecewa kepada pemerintah. Pasalnya, nama mereka tiba-tiba hilang dari daftar penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) yang merupakan program pemerintah untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19.

“Kalau dijumlahkan ada ratusan yang namanya tidak terdaftar lagi,” ungkap L Siburian (44) dan MD Sinaga (46), keduanya warga Kelurahan Gambir Baru kepada harianSIB.com, Selasa (13/4/2021).

Diceritakan L Siburian, dia tinggal di Lingkungan IV selama masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 menerima BST. Namun, sejak Januari 2021 pria yang kesehariannya sebagai penarik becak motor (betor) tidak ada menerima sepeserpun dana BST.

Hal sama diucapkan MD Sinaga, warga Lingkungan VI yang sudah tidak menerima BST terhitung sejak Maret 2021. Pria pemilik usaha kios kecil ini mengaku kecewa namanya hilang dari daftar penerima BST.

“Kita sangat berharap mendapat dana BST akibat kesulitan ekonomi sekarang. Tetapi harapan kita sia-sia dan berubah menjadi kecewa karena nama kita hilang tanpa diketahui apa alasannya,” ujar mereka.

Terkait ini, Plt Lurah Gambir Baru Lisnawati SH ketika hendak dikonfirmasi Selasa (13/4/2021) tidak berada di tempat. Sementara Kasi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kelurahan Gambir Baru Senti Br Manik membenarkan kondisi tersebut. “Kurang lebih 300 nama warga Kelurahan Gambir Baru yang hilang dari daftar penerima BST,” ujarnya.

Ditanya apa sebabnya?, Senti menjawab tidak tahu. Dia menerangkan bahwa dirinya sebagai pihak yang langsung mengambil data penerima BST dari kantor pos untuk dibagi ke masing-masing kepling dan selanjutnya didistribusikan ke nama yang tertera. Menyangkut ini, masyarakat banyak yang komplain ke kelurahan namun mereka tidak bisa berbuat banyak.

“Kita pun bingung karena yang menentukan adalah pusat. Data terjadi pengurangan tetapi tidak disebutkan apa alasannya. Bagi masyarakat yang ngotot, kita persilahkan untuk mengecek ke Dinas Sosial Asahan,” kata Senti. (*)

Penulis
: Mangihut Simamora
Editor
: Robert /Eva R Pelawi
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com