Kejagung Jebloskan Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi ASABRI


428 view
Kejagung Jebloskan Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi ASABRI
Foto SIB/Dok/puspenkum
Tersangka Baru: Usai menjalani pemeriksaan, JS tersangka kasus dugaan korupsi ASABRI langsung ditahan di Rutan KPK.
Jakarta (SIB)
Tim jaksa pidana khusus Kejaksaan Agung langsung menjebloskan Direktur Jakarta Emiten Investor Relation, JS, tersangka kasus dugaan korupsi PT Asabri (Persero), ke rumah tahanan Klas I Cipinang Cabang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (16/2/2021) malam.

"Yang bersangkutan, kita tahan di rumah tahanan Klas I Cipinang Cabang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), selama 20 hari ke depan ," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak saat dihubungi SIB, Selasa (17/2/2021)

Kapuspenkum yang akrab dipanggil Leo Simanjuntak menjelaskan, penahanan terhadap JS dilakukan untuk efektifnya pemeriksaan selanjutnya, berdasarkan alasan obyektif maupun subyektif.

Ditegaskan Leo Simanjuntak, sebelum melakukan penahanan terhadap JS pihaknya terlebih dahulu melakukan pemeriksaan terhadap JS, FB Selaku Direktur PT Pool Advista Asset Managemen, dan F Direktur Utama PT Ourora Asset Management sebagai saksi.

Namun hasilnya, hanya JS yang ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Penetapan Tersangka TPK Nomor: Print- 09 /F.2/Fd.2/02/2021 tanggal 15 Februari 2021.

"Dari tiga orang yang diperiksa sebagai saksi pada hari ini, satu di antaranya ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut yaitu JS diduga secara bersama-sama dengan tersangka BTS melakukan Tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT. Asabri (Persero) untuk memperoleh keuntungan," kata Leo Simanjuntak

Dalam kasus ini, lanjut Leo Simanjuntak, JS diduga melakukan tindak pidana pencucian uang PT Asabri (Persero) dan ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Penetapan Tersangka TPPU Nomor: Print- 01 /F.2/Fd.2/02/2021 tanggal 15 Februari 2021.

Kasus ini bermula sekitar awal tahun 2013 sampai dengan tahun 2019, tersangka JS telah bersepakat dengan BTS untuk mengatur trading transaksi (jual/beli) saham kepada PT. Asabri (Persero) dengan cara menyiapkan nominee-nominee dan membukakan akun nominee di perusahaan sekuritas dan menunjuk perusahaan-perusahaan sekuritas.

"Selanjutnya JS melaksanakan instruksi penetapan harga dan transaksi jual dan beli saham pada akun Rekening Dana Nasabah (RDN) nominee baik pada transaksi direct maupun reksadana yang kemudian dibeli oleh PT. Asabei (Persero) sebagai hasil manipulasi harga," beber Leo Simanjuntak

Selanjutnya, JS menampung dana hasil keuntungan investasi dari PT. Asabri (Persero) pada nomor rekening atas nama beberapa staf saham tersangka BTS untuk selanjutnya melakukan transaksi keluar masuk dana untuk kepentingan pribadi dengan menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan dan membelanjakan uang hasil tindak pidana korupsi serta perbuatan lain yang termasuk dalam skema tindak pidana pencucian uang.

Atas perbuatan JS dijerat pasal berlapis, yakni pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP; Subsidair Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dan kedua Pasal 3 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP; Atau Kedua : Pasal 4 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP (*)

Penulis
: Baren Antoni Siagian
Editor
: Robert/Eva Rina P
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com