Ketua Komnas PA Temui Tersangka Pembunuh Rianto Simbolon

Kehidupan Anak Rianto Simbolon Harus Diperhatikan Negara

548 view
Ketua Komnas PA Temui  Tersangka Pembunuh Rianto Simbolon
Foto SIB/Eben Ezer Pakpahan
Berbincang: Arist Merdeka Sirait bersama Kapolres AKBP Muhammad Saleh berbincang dengan salah satu tersangka pembunuh Rianto Simbolon di Aula Mapolres, Kamis (3/9/2020). 

Samosir (SIB)

Ketua Komisi Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mendatangi Mapolres Samosir menemui ke-5 pelaku tersangka pembunuh Rianto Simbolon yang kini mendekam di tahanan Polres, Kamis (3/9/2020).

Bertempat di Aula Mapolres, kedatangan rombongan Arist Merdeka Sirait dari Komnas PA bersama pendamping hukum keluarga korban Rianto Simbolon, diterima Kapolres AKBP Muhammad Saleh didampingi Waka Kompol Rachmad Affandi.

Dalam pertemuan di hadapan para tersangka, Aris bercerita dirinya telah mengunjungi ke-7 anak Rianto Simbolon di kediaman korban di Desa Sijambur, Kecamatan Ronggur Nihuta. Disana Arist mendapati anak-anak korban yang mestinya sekolah, tidak lagi bersekolah dan memilih menjadi "Paragat" (penderes tuak) untuk bertahan hidup dengan gaji Rp 30 ribu/hari.

"Saya datang ingin memastikan langsung kondisi mereka itu sekarang seperti apa pasca kematian ayahnya. Dan miris melihatnya, anak-anak yang berstatus yatim piatu itu putus sekolah dan jadi paragat dengan hasil tak sampai Rp 30 ribu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," sebut Arist di hadapan Kapolres dan ke-5 tersangka.

Arist yang saat itu mengapresiasi kinerja Polres Samosir kurang dari 24 jam pasca pembunuhan Rianto Simbolon berhasil diungkap pihak kepolisian, meminta bentuk pertanggungjawaban nasib ke 7 anak korban dengan penyampaian kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Samosir.

"Anak-anak itu harus ditanggung makan, sekolah dan kebutuhan lainnya sesuai UU Perlindungan Anak, siapa pun bupatinya sampai si-anak berusia 18 tahun harus diperhatikan, Negara melalui Pemkab Samosir akan bertanggungjawab untuk itu dan kami akan mengawalnya," ucap Arist tegas.

Dan kepada pelaku, Arist meminta kerjasama mereka agar saat diperiksa memberi keterangan sebenarnya sehingga apa motif pembunuhan berencana itu jadi terang benderang tidak ada ditutup-tutupi.

"Apa yang kalian (pelaku-red) perbuat ini memenuhi unsur pembunuhan berencana, pihak kepolisanlah yang menentukan. Kalau itu benar terbukti, sedikitnya 20 tahun penjara akan dilalui. Jadi berdoa dan cobalah untuk jujur saat diperiksa biar ada keringan untuk kalian," sebut Arist. (*)

Penulis
: E R Eben Ezer Pakpahan
Editor
: Robert Banjarnahor@hariansib.com/Eva Rina@hariansib.com
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com