Ketua PSI Sumut: RDP DPRD SU Tertutup Bagi Wartawan Langkah Mundur Legislatif


250 view
Foto Dok Firdaus Peranginangin
HM Nezar Djoely ST
Medan (SIB)
Ketua DPW PSI (Partai Solidaritas Indonesia) Sumut HM Nezar Djoely ST mengatakan, tertutupnya RDP (Rapat Dengar Pendapat) Komisi D DPRD Sumut dengan Dinas SDA CKTR (Sumber Daya Air Cipta Karya dan Tata Ruang) Sumut, sehingga tidak bisa diliput wartawan, merupakan langkah mundur bagi legislatif di era keterbukaan saat ini.

"Kita sangat prihatin dan menyesalkan digelarnya rapat tertutup Komisi D dengan Dinas SDA CKTR Sumut. Seharusnya di era transparansi atau keterbukaan saat ini hal semacam itu tidak boleh terjadi. Tidak boleh main gelap-gelap di tempat terang," tegas Nezar Djoely kepada wartawan, Kamis (4/3/2021) melalui telepon di Medan.

Menurut politisi muda vokal ini, jika kebiasaan buruk ini tetap dipertontonkan lembaga legislatif dalam setiap RDP, akan hilang kepercayaan masyarakat terhadap para wakilnya untuk memperjuangkan hak-hak rakyat.

"Masyarakat akan mencurigai ada sesuatu yang sangat urgent dalam pembahasan tersebut, sehingga dibuat tertutup. Bahkan bisa saja membahas soal dana aspirasi yang sempat dihebohkan, karena dituangkan secara transparan di APBD Sumut 2021 ," kata Nezar.

Mantan Sekretaris dan Wakil Sekretaris Komisi D DPRD Sumut periode 2014-2016 ini menduga, timbulnya ide rapat tertutup bagi wartawan kemungkinan besar untuk membicarakan pembagian dana aspirasi yang telah di plot di Dinas SDA CKTR Sumut.

"Dana aspirasi untuk daerah pemilihan sebenarnya tidak masalah, sepanjang metode penganggaran dan penggunaannya tepat sasaran serta dalam pelaksanaannya tidak ada kepentingan transaksional," tandasnya.

Dikatakannya, Tim Kopsugah (Kordinasi dan Supervisi Pencegahan) KPK beberapa waktu lalu juga telah menjelaskan soal dana aspirasi diperbolehkan asalkan jangan ada transaksional.

"Jadi kalau Kopsugah KPK sudah membenarkan, kenapa anggota dewan takut rapat dengar pendapat mereka diliput wartawan. Hal ini yang menjadi tanda tanya kita semua, ada apa dengan rapat tertutup ini," ujarnya.

Namun Ketua Komisi D DPRD Sumut Delpin Barus kepada wartawan mengaku tidak ada yang urgen atau rahasia dibahas dalam RDP dengan Dinas SDA CKTR Sumut itu, melainkan hanya rapat biasa terkait dengan serapan anggaran.(*).

Penulis
: Firdaus Peranginangin
Editor
: Robert/Eva Rina P
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com