Korban Pengeroyokan Minta Polsek Sei Kepayang Tangkap Pelaku


342 view
Korban Pengeroyokan Minta Polsek Sei Kepayang Tangkap Pelaku
(Pontas.id)
Ilustrasi pengeroyokan
Sei Kepayang (SIB)
Hotber Situmorang meminta Kapolsek Sei Kepayang Asahan menangkap para pelaku pengeroyok anaknya Reinaldi Situmorang. Pasalnya, sudah lebih tiga bulan kasus tersebut ditangani Polsek Sei Kepayang Asahan, namun hingga kini belum berhasil mengungkap kasus tersebut.

"Kami telah membuat pengaduan ke Polsek Sei Kepayang Asahan pada hari Jumat tanggal 1 Januari 2021, sesuai nomor LP/01/I/2021. Namun hingga kini belum ada kesimpulan terhadap penanganan laporan tersebut. Polisi belum berhasil menangkap para tersangka, "ucap Hotber kepada SIB, Senin (5/4/2021).

Sementara itu, Kapolsek Sei Kepayang Asahan melalui penyidik Aiptu Suardi G saat dikonfirmasi hariansib.com melalui aplikasi pesan, Senin (5/4/2021), menerangkan kasus tersebut masih dalam penyelidikan/penyidikan dan diduga para pelaku telah melarikan diri.

Aiptu Suardi membenarkan pihaknya telah menerima laporan pengaduan atas nama pelapor Reinaldi Situmorang dalam kasus dugaan pengeroyokan atas diri pelapor. Dia menjelaskan pengeroyokan itu terjadi di warung ayam geprek di Dusun II Desa Pertahanan, Kecamatan Sei Kepayang, Asahan, yang diduga dilakukan 2-3 orang warga Sidalu-dalu, Desa Pertahanan, Kecamatan Sei Kepayang Asahan.

Dikatakan, dalam menangani kasus itu, pihaknya telah meminta visum et repertum dan melakukan penyelidikan dengan mendatangi TKP serta melakukan interogasi saksi-saksi yang diduga mengetahui kejadian, termasuk pelapor, sejumlah warga, pemilik warung dan pekerja warung.

Sesuai hasil visum et repertum, pelapor mengalami memar dan bengkak pada pangkal batang hidung. Langkah selanjutnya, kata Suardi, dikeluarkan surat penangkapan terhadap masing-masing diduga pelaku, yaitu IM (18), Ch (18), JS (18) dan ZM (18).

"Dari hasil pelaksanaan tugas, diketahui masing-masing diduga para pelaku sudah melarikan diri dengan pergi merantau ke Medan/Pekanbaru sesaat setelah Tahun Baru 2021, hingga saat sekarang belum diketahui alamat tempat tinggal merantau," tulis Suardi melalui aplikasi pesan singkat.

"Kami sudah melaksanakan penanganan perkara sesuai ketentuan UU, kalaupun ada kendalanya," sambung Suardi.

Ia menambahkan status perkara masih tetap dalam tahap penyelidikan/penyidikan dan telah diterbitkan Daftar Pencari Orang (DPO), agar apabila para pelaku ditemukan keberadaannya dapat dilakukan upaya paksa (penangkapan). Sementara kepada pelapor telah dikirim Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) sebanyak 2 kali. (*)
Penulis
: Regen Silaban
Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com